Tak ada hati yang patah

Tak ada hati yang patah. Patah hati pasti bukanlah sesuatu yang tidak asing lagi di telinga kita. Mungkin bisa di artikan sebagai suatu kondisi kesedihan ketika mengalami putus cinta atau kondisi dimana tidak ada harapan lagi untuk cinta kita. Jika kita perhatikan, patah hati akan memiliki reaksi emosi yang serupa dengan seseorang yang sedang berduka cita.Beragam respon yang akan di tunjukkan oleh mereka yang patah hati, ada yang marah, ada yang sedih dan hanya bisa menangis sejadi-jadinya, ada yang denial atau melakukan penyangkalan keadaan yang saat ini terjadi. Beragam respon yang akan timbul ini tergantung dari coping stres masing-masing

Kenapa saya mendadak membicarakan masalah patah hati ? apakah saat ini saya sedang patah hati ? sedang dalam kondisi kesedihan karena masalah hati ? ah, masa itu sudah lama berlalu…bahkan saya lupa bagaimana rasanya seseorang mengalami patah hati hahahha. Jadi, kenapa saya mendadak menuliskan artikel tentang hati yang patah ? dan kenapa judulnya “Tak ada hati yang patah” ? Well, ini karena beberapa hari yang lalu seorang teman bertanya pada saya tentang hal ini.

image

Dari bahasa yang teman saya gunakan, tampak seolah ia menyalahkan Tuhan atas penciptaan hati, kenapa harus menciptakan hati ketika pada akhirnya ia hanya akan patah lagi ? Sebuah pertanyaan kecil menggelitik pikiran saya kala itu, hati mana yang ia maksudkan ? apakah hati yang berwujud fisik ? hati adalah kelenjar yang memiliki banyak fungsi khususnya dalam sistem pencernaan dan sistem sekresi..bagaimana jika ia tidak di ciptakan ? bagaimana tubuh anda menetralisir racun ?

Namun, jika hati yang non fisik yang ia maksudkan, jika hati yang bermakna “perasaan” yang ingin ia katakan…bukankah perasaan itu berada pada kontrol kita sepenuhnya ? Well, kembali lagi ini hal yang wajar..seperti yang sudah saya katakan sebelumnya bahwa hal ini kembali lagi kepada coping stres yang merasakan patah hati ini. Karena setiap orang pasti akan memiliki respon emosi yang berbeda terhadap kondisi ini.

Lantas kenapa saya mengatakan tak ada hati yang patah ? karena memang tak ada hati yang patah šŸ™‚

Hati yang berwujud fisik tidaklah bertulang, jadi tidaklah mungkin ia bisa patah.. Lantas hati non fisik ? hati yang berupa perasaan ? wujudnya saja abstrak, bagaimana kita bisa tahu ia telah patah atau tidak hahah. Well, sudah bertahun-tahun patah hati menjadi hal yang salah kaprah dalam kehidupan manusia. Kata tersebut telah mendarah daging tanpa kita mengetahui kondisi patah yang bagaimana yang dialami oleh hati ini.

Tak ada hati yang patah, hanya hati yang belum ikhlas memaafkan dan belum bisa menerima keadaan yang ada. Adalah sepenuhnya hak anda untuk berada dalam respon emosi “negatif” terhadap kondisi patah hati, namun adalah kewajiban bagi anda untuk mensegerakan diri anda untuk keluar dari kondisi tersebut. Bersegera memaafkan diri anda dan orang lain atas apa yang terjadi pada anda, dan kembali membangun energi positif untuk menjalani kehidupan ini jauh lebih baik lagi, bukan malah semakin terpuruk jatuh terjerembab lebih dalam lagi dalam kesedihan,

Jadi bersegeralah memaafkan diri anda, karena waktu tak akan berhenti berjalan untuk menunggu anda sembuh dari luka yang sejatinya anda ciptakan sendiri. Bersegeralah untuk berubah, seperti judul artikel saya sebelumnya.. jangan cuma move on, tapi move up“.

Advertisements

About robofics

Adalah seorang yang masih terus berupaya mencari makna dari kehidupan. Penikmat sastra, seorang plegmatis. Seorang pembelajar dari universitas kehidupan.
This entry was posted in kehidupan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Balas komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s