Jangan jadi manusia keset

Manusia keset ? mungkin saat ini anda mulai bertanya tanya tentang apa itu sebenarnya manusia keset. Apakah ini salah satu sequel film baru setelah kemunculan ant-man di kancah perfilman ? Ah sudahlah, bukan saatnya anda berpraduga. Karena sejatinya ini tak ada kaitannya sama sekali dengan film, atau ada ? well, mari kita dengar ulasan saya di bawah ini

welcome-mat.jpg

Keset sudah tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Pembersih kaki yang biasanya terbuat dari sabut kelapa ini telah begitu berjasa bagi kita. Lalu, siapa si manusia keset ini ? Apakah yang telah ia lakukan sampai-sampai saya tidak merekomendasikan anda untuk menjadi manusia keset ? Well, ini sebenarnya hanya analogi konyol yang saya ciptakan untuk menggambarkan betapa parahnya menjadi sosok yang saya sebut sebagai manusia keset.

Sebelum kita masuk ke ruangan tertentu/ tempat tertentu(mushola misalnya) sering kita membersihkan kaki kita di atas keset, menginjak-injaknya kemudian beranjak pergi setelah yakin bahwa kakinya benar-benar bersih. Namun jika ia belum yakin apabila kakinya telah bersih, bisa anda bayangkan bukan apa yang akan ia lakukan ? benar…kembali ia akan menginjak-injakkan kakiniya di atas keset sampai benar benar bersih.

Ah, mungkin saat ini sudah mulai ada bohlam lampu di atas kepala anda tentang sosok manusia keset ini. Atau, justru saat ini dahi anda semakin mengernyit tanda sedang mencoba berfikir keras tentang apa itu sebenarnya manusia keset ?

Jadi kenapa manusia keset ? apakah ia layaknya seorang superhero yang bisa berubah menjadi keset ? Tidak, manusia keset hanyalah manusia biasa. Ya, hanya sebatas manusia. Manusia yang hanya bisa berdiam diri ketika ia terus-menerus di injak-injak, di tindas oleh orang lain. Dan parahnya, setelah terinjak-injak, sang keset masih di persalahkan karena begitu dekil, begitu kotor, kenapa keset yang di persalahkan ? kenapa tak sekalipun kita menyalahkan manusia yang membuat keset itu menjadi kotor ?

Bayangkan ketika anda tidak melakukan sesuatu hal yang melanggar aturan, kemudian anda di persalahkan untuk mencuci “kotornya” orang-orang dengan kepentingan tertentu agar citranya tetap baik di mata orang lain..dan anda tetap diam, tak melakukan apapun. Bayangkan betapa parahnya ketika anda tetap berdiam diri saja ? Ini sama saja anda sedang berupaya untuk memburukkan kualitas anda sendiri.

Lalu, bagaimana cara agar anda tidak lagi menjadi seorang manusia keset ? Lawan, jangan berdiam diri saja meskipun ini berarti anda harus melawan seorang penguasa. Meskipun anda terlanjur menjadi seorang manusia keset, bersihkan diri anda dari segala kotoran yang ada, cuci tubuh anda dengan kedekatan intrapersonal dengan Tuhan anda. Pasangkan paku-paku baja pada tubuh-tubuh keset anda. Agar tak ada lagi orang-orang yang ingin memanfaatkan anda untuk membersihkan dirinya dari kesalahannya sendiri. Lawanlah kawan..jangan menjadi manusia pohon pisang (analogi macam apa lagi ini). Iya, manusia pohon pisang, punya jantung..tapi tak punya hati.

Advertisements

About robofics

Adalah seorang yang masih terus berupaya mencari makna dari kehidupan. Penikmat sastra, seorang plegmatis. Seorang pembelajar dari universitas kehidupan.
This entry was posted in catatan lepas. Bookmark the permalink.

Balas komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s