Terimakasih Pengamen Berkursi Roda

Langit Jogja begitu kelam pagi ini, angkasa berselimut mendung yang begitu kelabu. Sebuah motor shogun menderu membelah belantara Jogja dengan sisa tenaga yang ia punyai. Silvi, itulah julukan bagi si shogun butut yang aku miliki. Jam menunjukkan pukul 7.30 pagi ketika aku berada di daerah Kotabaru. Ini adalah sebuah tanda bagi silvi untuk memacu roda-rodanya lebih kencang lagi.

IMG_20150709_080714.jpg

Keanehan mendadak muncul, silvi seakan kehilangan gaharnya. Mesinnya seakan dipaksa untuk menderu namun pergerakannya tak sebanding dengan gahar suara mesinnya. Putaran roda kian lama kian memberat sampai di depan SDN Tukangan silvi benar benar tak mampu lagi bergerak. Rodanya terhenti, jangankan bergerak, di tuntun saja roda silvi enggan berputar. Cakramnya menekan kuat, membuatnya tak mampu lagi beranjak. Baiklah, kali ini aku harus lalui ini dengan berat hati. Tak henti-hentinya silvi “ngambek”. Di tuntun pun ia enggan bergrak, bagaimana caranya silvi dapat kembali sembuh dari sakitnya kali ini. Aku hanya mampu terduduk diam.. ku raih ponselku dari saku lalu mencoba menghubungi orang yang mungkin dapat memberikan bantuan, sambil memperhatikan sesosok pengamen berkursi roda yang berada di ujung jalan. Ada yang aneh disana, kursi dengan tiga roda disana. Entahlah, nampaknya ini hasil kreatifitasnya. Tali tampar berwarna biru yang terjalin dengan kuat menjadi tempat dimana ia menaruh pantatnya. Sebuah kain lusuh yang terikat menjadi tempatnya bersandar dari kelelahan. Ada hal lain yang mengacaukan fokusku, pria ini..sebelah kakinya hilang entah kemana.

Lama aku terdiam disana sambil sesekali melihat layar ponselku, berharap seseorang diujung sana yang tadi aku hubungi membalas pesanku. Sedang dicarikan kunci, katanya. Dan akupun kembali menunggu dengan setia. Aku terperangah, suara lelaki berkursi roda itu mengagetkan lamunanku seketika. “motornya kenapa mas?” ungkapnya dalam logat Jawa yang begitu kental terdengar. Akupun tak segan menceritakan kronologis kejadiannya, bahkan seakan sampai terbawa suasana 🙂

Tunggu saja temannya, ungkapnya mengakhiri percakapan. Ia pun beranjak pergi, kembali ia menuju tengah jalan raya…mencari dermawan-dermawan yang dengan penuh kerelaan memberikan receh-receh yang akan begitu berharga nilainya baginya. Doa terselip dengan tulusnya setiap kali orang memberikan uang untuknya, tak peduli seberapa banyak yang ia terima. Tak lama berselang, seorang perempuan datang dengan membawa sebuah kunci. Entahlah, nampaknya ia adalah istrinya yang begitu setia. Dia pun mencoba menolongku dengan senyumnya.

Alhamdulillah bisa, ungkapku dalam hati. Ku rogoh sakuku dan mencoba memberikan uang yang memang nilainya tak seberapa. Diluar yang mampu ku duga, ia dengan tegas menolaknya. tulus ungkapnya, sebuah hal yang tak pernah ku dengar sebelumnya, tidak dari seorang pengamen dengan kursi roda.

Selamat pak, anda telah berhasil membuyarkan kerangka berfikir saya tentang seorang pengamen. Saya kira, semua pengamen itu sama..Mereka adalah orang yang malas melakukan kerja. Ternyata selama ini saya salah. Keterbatasan seseorang itu bukanlah penghalang berkelakuan baik, mungkin menjadi pengamen bukanlah yang ia harapkan semasa hidupnya. Tapi melihat gelagatnya, menolong adalah caranya meraskan bahagia. Terima kasih pak, terima kasih sudah berkenan untuk “mengundang” saya untuk kembali berbicara bersama, yang entah kapan masa itu tiba. Tapi, pastilah saya akan kesana lagi menemui anda.

Terima kasih atas pelajaran hidupnya pagi ini.

Advertisements

About robofics

Adalah seorang yang masih terus berupaya mencari makna dari kehidupan. Penikmat sastra, seorang plegmatis. Seorang pembelajar dari universitas kehidupan.
This entry was posted in renungan. Bookmark the permalink.

Balas komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s