Kebahagiaan Yang Runtuh

Coba anda tuliskan 5 hal yang paling anda inginkan untuk terjadi dalam 5,10,15 atau 20 tahun ke depan. Sudah ? Luar biasa. Sekarang perhatikan kembali apa yang telah anda tuliskan tersebut. Apabila anda perhatikan dengan seksama, maka apapun yang anda tuliskan tersebut pada akhirnya akan bermuara pada satu hal. Bisa anda menyebutkan apa itu ? Benar. Kesemua hal yang anda tuliskan itu pada akhirnya akan bermuara pada satu hal…Kebahagiaan.

Jika mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, Bahagia berarti suatu kondisi / keadaan yang tentram dan menyenangkan. Ini berarti anda terbebas dari kondisi yang menyusahkan anda, yang menyesakkan jiwa. Kondisi yang memposisikan anda dalam sebuah unsur kenyamanan. Pentingnya konsepsi tentang sebuah kebahagiaan ini sampai-sampai menggelitik seorang filsluf besar sekelas Aristoteles untuk membagi inti kebahagiaan itu ke dalam lima hal yaitu :

  1. Kebahagiaan yang terdapat pada kondisi sehat badan dan kelembutan indrawi.
  2. Kebahagiaan karena mempunyai sahabat.
  3. Kebahagiaan karena mempunyai nama baik dan termasyhur.
  4. Kebahagiaan karena sukses dalam berbagai hal.
  5. Kebahagiaan karena mempunyai pola pikir yang benar dan punya keyakinan yang mantap.

Dan apabila kelima inti kebahagiaan ini telah tercapai, maka sempurnalah kebahagiaan itu. Dari uraian diatas, sudah terjelaskan bahwa sejatinya kebahagiaan itu bukan berada dari luar badan manusia melainkan dari dalam tubuh manusia itu sendiri. Kebahagiaan muncul dengan memfungsikan secara total potensi berfikir manusia. Ini berarti proses tercapainya bahagia itu tergantung dari mana kita menyikapi hidup, bukan tentang bagaimana hidup memberlakukan kita. Namun, ini masih bersifat kebahagiaan duniawi saja. Karena definisi kebahagiaan itu terbatas pada subjek yang menjelaskannya. Karena sejatinya perjalanan hidup dan segala dinamika yang berada di dalamnya itu benar-benar mempengaruhi definisi kebahagiaan itu sendiri.

Lalu, apakah sebenarnya hal yang membatalkan terciptanya kesempurnaan kebahagiaan bagi manusia itu ? Pernah dengar tentang hal ini ? “3 hal yang akan menghancurkan seorang pria adalah Harta,tahta dan juga wanita”. Saya rasa hal ini juga berlaku bagi seorang wanita, bahwa sejatinya harta,tahta,dan pria juga merupakan 3 hal yang akan menghancurkan seorang wanita. Apabila kita telisik lebih mendalam, sebenarnya inti dari ketiga hal tersebut adalah kebahagiaan pula..namun kebahagiaan yang sifatnya singkat.

Lalu, apa sebenarnya yang menghancurkan atau membatalkan seseorang untuk menerima kebahagiaan itu secara utuh dan sempurna ? Dari uraian sebelumnya, maka saya berani mengambil sebuah hipotesis sederhana bahwa sejatinya kebahagiaan itu akan runtuh dan hancur karena kebahagiaan pula, namun kebahagiaan yang sifatnya singkat. Kenapa begiin ? Harta adalah sesuatu yang sementara, suatu saat ia akan habis jua. Maka, mereka yang terjebak dalam kondisi pemujaan atas harta maka sejatinya mereka telah terjebak pada sesuatu kebahagiaan sesaat ( yang entah kapan ia akan habis dan menghilangkan kebahagiaan yang saat ini ia rasakan). Tahta adalah sesuatu yang sementara, mereka yang memuja dan mengagung-agungkan tahta dan jabatan yang saat ini mereka rasakan dan mengupayakan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih-dan lebih tinggi lagi. Maka sejatinya ia sedang berada dalam kondisi yang entah kapan tahta yang selama ini ia bangga-banggakan akan terenggut darinya(entah karena faktor kebangkrutan atau karena kematian yang mendera, atau faktor lain yang mempengaruhi hancurnya “tahta” yang di dewa-dewakan itu). Dan mereka yang saat ini berada dalam puncak kesuksesan(dan suatu saat mendadak terpuruk jatuh) maka sejatinya ia telah terbuai dengan apa yang ia rasakan saat ini. Ia terbuai oleh kebahagiaan sesaat.

Jadi, mari bersama-sama kita mengidentifikasi “kebahagiaan sesaat” yang akan menghancurkan kebahagiaan hakiki kita. Mari kita mengidentifikasi hal-hal bahagia yang sesaat yang akan meruntuhkan sempurnanya kebahagiaan yang akan kita terima. Bukan berarti saya lebih hebat dari anda dengan menulis artikel ini. Tidak, bukan itu maksud dan tujuan dituliskannya artikel ini. Menulis hanyalah sarana self-therapy bagi saya untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi. Terlepas dari nilai kebermanfaatan artikel ini bagi orang lain, terlepas dari persepsi orang tentang apa yang saya tuliskan. Kembali lagi, ini hanyalah sarana self-therapy bagi saya. Ambillah manfaat jika ada unsur manfaat darinya, tinggalkanlah jika anda merasa ini tidak bermanfaat bagi anda 🙂

Advertisements

About robofics

Adalah seorang yang masih terus berupaya mencari makna dari kehidupan. Penikmat sastra, seorang plegmatis. Seorang pembelajar dari universitas kehidupan.
This entry was posted in kehidupan. Bookmark the permalink.

Balas komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s