Cemburu itu adalah

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia cemburu adalah merasa tidak atau kurang senang melihat orang lain beruntung. Suatu bentuk iri hati lebih tepatnya. Cemburu sangat erat pertaliannya dengan urusan hati. Dan karena sudah menyangkut urusan hati, maka ia pun menjadi sesuatu yang dinamis tak lagi statis, karena setiap hal yang di ketahui / di dapatkan si pencemburu adalah senjata pembenaran atas segala tindakan. Tidak hanya terjebak dalam satu alasan statis, setiap hal adalah dapat di sesuaikan untuk membenarkan tindakan mereka yang sedang terbelenggu oleh jerat kecemburuan. Segala sesuatu dapat di ubah menjadi mata pisau untuk menusukkan luka kemarahan.

cinta adalah

Bagi anda yang sedang menjalin cinta pastilah sangat paham dengan segala seluk beluk tentang kecemburuan. Sebagian orang percaya bahwa cemburu adalah bukti otentik bahwa seseorang benar-benar sayang kepada kita.

Konteks kecemburuan memang lebih sering di asosiasikan dengan urusan cinta, karena memang cemburu itu sendiri lebih sering muncul di dalam dimensi cinta. Menurut saya, dasar dari kecemburuan adalah adanya rasa “memiliki” terhadap pasangannya, sehingga pada akhirnya rasa ini bertransformasi menjadi “rasa takut kehilangan”. Seperti halnya seorang anak kecil yang di renggut mainan dari tangannya, seorang yang cemburu juga akan melakukan hal yang sama ketika “rasa takut” itu muncul di dalam benaknya. Bedanya, apabila anak kecil akan merengek atau memukul si perenggut mainannya, maka mereka yang sedang terbelenggu oleh kecemburuan akan melakukan apapun untuk mengekspresikan rasa takutnya. Mulai dari berfikiran yang aneh-aneh tentang pasangannya, menuduh pasangannya melakukan perselingkuhan, bahkan pada tahap yang sangat ekstrem maka kekerasan fisik adalah jalan yang sah di mata pencemburu.

Ironisnya, ekspresi rasa takut pada seorang wanita itu lebih sering di transformasikan ke dalam bentuk psikis yang apabila suatu ketika ketakutannya itu tidak terbukti kebenarannya, maka entah dengan sadar atau tidak bahwa si wanita ini sejatinya telah melukai batinnya sendiri dan juga orang lain. Dan pada pria ? Well ini lebih ironis lagi. Karena pria merasa memiliki “Man Power”, maka tak jarang kekerasan fisik ini sering menjadi ekspresi dari kecemburuan seorang pria(namun tidak semua pria melakukan hal ini). Intinya adalah bahwa mereka yang sedang berada pada kondisi kecemburuan sedang berusaha mendzalimi dirinya sendiri, pasangannya, dan orang lain yang sedang mereka anggap sebagai objek kecemburuan.

Rasa takut kehilangan dan rasa memiliki inilah sumber utama dari sebuah kecemburuan. Yang apabila hati ini sudah tidak lagi mampu menampung rasa yang menyesakkan dada ini, maka meledaklah kedua rasa ini menjadi sebuah ekspresi-ekspresi kecemburuan. Karena saat cemburu unsur emosi dan ego akan menjadi layaknya sebuah tembok yang begitu tinggi,kokoh,dan tebal yang akan membatasi antara benar dan salah(dan selalu saja pencemburu itu akan “merasa” berada pada sisi yang benar) dan pembenaran atas segala tindakan inilah yang di sebut sebagai suatu bentuk kecemburuan yang berada pada ranah yang lebih ekstrem lagi. cemburu buta.

Cemburu buta adalah kondisi ketidakmampuan membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Layaknya seorang buta yang hanya mampu melihat kegelapan tanpa mengetahui keindahan mancawarna kehidupan, seorang yang sedang cemburu buta hanya mampu melihat dalam sisi gelap pasangannya. Bukan berarti awawarna, hanya ketidakmampuan melihat yang haq dan yang bathil. Karena sang mata hati telah terbutakan dan tergelapkan oleh gelapnya emosi kecemburuan. Maka gradasi warna lain pun seakan tak mampu menerobos tabir gelap hatinya. Cemburu buta inilah yang berbahaya menurut saya. Karena dalam kondisi ini hal-hal di luar nalar mulai bermunculan entah sadar atau tidak. Hati yang gamang berubah meradang, yang di lakukan adalah sah di matanya. Mungkin unsur “cemburu buta” ini pula yang menjadi justifikasi dari tindakan beberapa tindak kriminil yang tak lagi menjadi sebuah mitos ataupun sasakala kehidupan, tapi sebuah fakta faktual yang beredar di kalangan masyarakat. Cemburu buta seakan menjadi modus operandi pembunuhan berencana, entah pembunuhan yang secara harfiah berarti proses perenggutan nyawa ataupun pembunuhan mental yang menandai matinya karakter seseorang.

Kembali kepada “apakah cemburu adalah tanda cinta”. Jika melihat dari ashbabun nuzulnya, dari awal mula terciptanya kecemburuan. Benar bahwa cemburu itu adalah tanda cinta. Tidaklah salah seseorang yang mengalami kecemburuan. Ekspresi kecemburuan yang menyimpanglah yang membuatnya menjadi sebuah kesalahan.

Advertisements

About robofics

Adalah seorang yang masih terus berupaya mencari makna dari kehidupan. Penikmat sastra, seorang plegmatis. Seorang pembelajar dari universitas kehidupan.
This entry was posted in renungan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Balas komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s