Keserakahan manusia menunda atau bahkan membatalkan terkabulnya doa

Doa adalah suatu wujud permohonan,harapan,permintaan,ataupun pujian kepada Tuhan. Terlepas dari agama apapun yang di anutnya, setiap manusia beragama pastilah pernah memanjatkan doa kepada Tuhan. Lantas pertanyaannya adalah kenapa seseorang harus berdoa? atau apa keuntungan dari berdoa? Well, jika menilik pada apa yang saya sebutkan sebelumnya tentang doa, maka sejatinya doa itu adalah menjadi suatu jembatan interkoneksi antara manusia sebagai ciptaan, dan Tuhan sebagai sang Khaliq.

Lantas kemudian para pendosa(saya misalnya) mulai mempertanyakan tentang kenapa Tuhan itu tidak mengabulkan doa yang kita panjatkan(bahkan dengan kesungguhan dan ketulusan hati).Dan para pendosa pun mulai meracau seadanya. Menciptakan argumentasi-argumentasi yang seakan meniadakan kepercayaan akan keadilan Tuhan. Keputusan Tuhanpun mereka sanggah dan mereka anggap sebagai sebuah kekeliruan tindakan. Naas, akupun pernah melakukan hal yang demikian. Aku berontak, aku marah sejadinya ketika apa yang aku inginkan dan aku mohon dengan segenap doa ketulusan, namun pada Tuhan menggagalkan semua harapan, memupuskan segala keinginan.

Setelah terlampau lama aku tersesat dalam lubang gelap kehidupan yang aku ciptakan sendiri. Tersesat dalam perspektif yang seakan menyalahkan Tuhan atas ketidakmampuanku mendapatkan apa yang aku panjatkan sebagai doa yang tulus kepada Tuhan. Akupun tersadar, adalah sebuah suatu kesalahan besar ketika kita mempertanyakan keadilan Tuhan. Mendadak aku tersadar. Aku mengerti bahwa ternyata Tuhan itu tidak serta merta memberikan apa yang kita inginkan, tapi Tuhan itu pasti memberikan apa yang kita butuhkan. Jika sesuatu yang kita inginkan itu bukanlah sesuatu yang kita butuhkan, maka hanya akan ada dua buah kemungkinan. Pertama, Tuhan tidak mengabulkan apa yang kita inginkan dan menggantinya dengan sesuatu yang kita butuhkan untuk saat ini. Kedua, Yang kita inginkan itu memanglah yang kita butuhkan, namun bukan untuk saat ini. Jadi Tuhan meminta kita untuk menunggu saat yang tepat bagi kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan tadi.

doa,riak air

Lalu, apa sebenarnya yang membatalkan terkabulnya doa? yang menggagalkan sebuah doa itu tercapai ? Well, mari kita ambil perumpamaan sederhana. Silakan anda pergi ke kolam atau danau. Ambil sebuah batu dan lemparkan batu itu ke tengah-tengah kolam atau danau. Apa yang akan anda lihat adalah riak air yang menuju kearah tepian danau atau kolam, dan ketika ia mencapai tepi kolam maka ia akan kembali menuju ke tengah, tempat di mana batu itu di lemparkan. Seperti itulah sebuah doa. Ya, benar sekali. Perumpamaan doa adalah seperti kita melemparkan sebuah batu ke tengah danau atau kolam. Riak-riak air yang tercipta itulah refleksi dari doa kita. Saat ia bergerak menuju ke tepian danau atau kolam. Saat itulah proses dimana doa itu menuju dan di dengar oleh Tuhan semesta alam. Dan ketika ia menuju kembali ke tengah(lokasi dimana anda melemparkan batu itu), maka sejatinya itulah proses menuju keterwujuduan doa anda menjadi kenyataan. Dan, tahukah anda apa yang membatalkan,membuyarkan sebuah doa ? Adalah keserakahan manusia. Ketidakpuasan akan sesuatu yang ia miliki akan memicu gagal terwujudnya sebuah doa. Ketika riak air itu bergerak dari tepian danau dan menuju ke tengah, sebelum riak itu sampai ke tengah-tengah danau, anda telah melemparkan kembali “batu-batu doa” anda yang lain. Sehingga riak dari permohonan sebelumnya pudar dan menghilang sebelum ia berkamuflase menjadi kenyataan. Seperti itiulah perumpamaan sebuah keserakahan,ketamakan pada diri manusia. Belum tercapai sebuah doa, anda sudah menginginkan hal yang lain untuk tercapai.

Maka celakalah mereka yang menjadi budak dari keserakahan dan ketamakan mereka sendiri. Budak dari ego mereka sendiri. Celakalah mereka yang melemparkan batu-batu doa yang lain sebelum riak air terakhir itu sampai pada dirinya. Ah, semoga Tuhan masih memiliki ruang keterampunan tersisa bagi kami para pendosa, yang entah dengan kesadaran atau tidak, telah meragukan kuasa keadilan Tuhan atas apa yang terjadi di dunia ini.

Technorati : , ,
Del.icio.us : , ,
Zooomr : , ,
Flickr : , ,

Advertisements

About robofics

Adalah seorang yang masih terus berupaya mencari makna dari kehidupan. Penikmat sastra, seorang plegmatis. Seorang pembelajar dari universitas kehidupan.
This entry was posted in renungan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Balas komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s