Surat Terbuka Untuk Tuhan

Surat terbuka untuk Tuhan. Ini adalah surat terbuka yang aku tujukan kepada Tuhanku. Sebuah surat tanpa sampul yang aku layangkan khusus kepada Tuhanku. Bukan sebuah somasi, hanya pengharapan dan pengakuan dari seorang hamba yang hina kepada Tuhan yang Maha atas seisi jagad raya ini.

surat terbuka untuk tuhan

Tuhan, aku sepenuhnya sadar bahwa engkaulah sejatinya pemilik atas raga ini,atas jiwa ini, dan atas segala hal yang saat ini ku miliki. Nikmatmu yang teramat berlimpah atas diriku sedari aku kecil hingga kini tumbuh mendewasa. Udara yang sedari kecil hingga kini aku hirup tanpa pernah sepeserpun Engkau meminta untuk aku membayarnya. Keberlimpahan atas makanan yang luar biasa, rezeki yang datang silih berganti dari arah yang terkadang aku tiada mampu untuk menduganya.

Tuhan, begitu berlimpahnya keberkahan yang engkau berikan ini terkadang terlampau banyak. Teramat banyak bagi seorang hamba yang sejatinya masih dalam kondisi “kehinaan”. Hamba yang belum sepenuhnya mampu menjadi sumber kebaikan.

Terima kasih Tuhan atas keberlimpahan rezeki selama ini. Meskipun memang aku sadari betapa naik turunnya imanku selama ini. Naik turunnya kehidupanku se masa ini. Ah, mungkin ini adalah salah satu caramu untuk membuatku mendewasa dalam menghadapi segala cobaanMu.Dan, semua ini membuatku tersadar Tuhan, sungguh betapa tiada berartinya diriku yang hina ini di hadapanMu, di hadapan kuasaMu.

Aku sadar Tuhan, aku bukanlah sebaik-baiknya hamba. Benar memang selama ini aku berhasil melalui setiap cobaan yang Engkau berikan kepadaku, meskipun tidak sempurna. Namun aku selalu mampu bertahan dan melaluinya.

Tuhan, keberkahan ini terlalu berlimpah Tuhan. Belum sempat aku bersyukur untuk satu hal, Engkau tambahkan lagi nikmat yang lain. Padahal, aku pun sejatinya merasa bahwa aku tidaklah sebaik dan sebersyukur itu. Sehingga terkadang aku lupa untuk mensyukurinya. Aku lupa bersyukur atas udara yang berkelimpahan, aku lupa bersyukur atas jantung yang masih dengan aktif mendistribusikan darah yang begitu kaya dengan oksigen ke seluruh tubuhku, aku bahkan lupa jika nanti entah kapan jantung ini akan menjadi layuh dan tak kuasa mendenyut sehebat biasanya. Maafkan aku Tuhan, Nikmat dunia ini terkadang membuatku berlena.

Tuhan,Maafkan aku atas sikapku yang tidak dewasa, atas hati yang masih menaruh dendam. Atas hati yang belum tegas merelakan dan hati yang belum ikhlas memaafkan. Atas begitu banyak hati yang terluka karena ego diri yang merajai hati ini. Atas begitu banyak hal yang aku lupa bahwa itu adalah sejatinya hal yang harus aku syukuri. Tuhan, kini ijinkan aku membuka lembaran baru kehidupanku, lembaran putih bersih di kehidupanku. Setelah terlalu lama aku tersesat pada hitamnya lembar kehidupan yang aku ciptakan sendiri.

Aku ingin berubah Tuhan, aku tidak ingin terjebak dalam dilema kehidupan ini. Atas kondisi yang terkadang mengharuskanku memilih diantara pilihan-pilihan yang terkadang terlampau pelik.

Tuhan, jika ada sesuatu di masa laluku yang membatasi aku mendewasa dalam setiap tindakan dan caraku berfikir. Maka tunjukkanlah kepadaku dan akan aku ikhlaskan itu, aku maafkan diriku atas apa yang aku lakukan dan sesali di masa laluku hingga kini. Dan aku pasrahkan diriku seutuhnya padamu Tuhan. Karena mulai hari ini, nanti dan seterusnya, aku adalah pribadi yang jauh lebih bijak, jauh lebih tegas, jauh lebih sukses, jauh lebih sehat, jauh lebih baik daripada sebelumnya. Karena setiap orang berhak untuk memilih, maka aku memilih untuk menghebat dalam kebaikan.

Maafkan aku Tuhan, atas kelancanganku menyita waktuMu. Semoga dengan segala kehinaan yang saat ini ada dan melekat pada diriku. Engkau tak keberatan dengan semua ini. Terima kasih Tuhan atas segala nikmat dan karunia yang Engkau berikan. Ijinkan aku melanjutkan ini semua melalui doa-doa dalam setiap sujudku. Doa yang hanya aku dan Engkau yang tahu. Doa yang menjadi jembatan penghubung antara Engkau sebagai pencipta, dan aku sebagai seorang hamba. Tuhan, inilah surat terbuka ku untukMu. Sekali lagi, terima kasih Tuhan.

Advertisements

About robofics

Adalah seorang yang masih terus berupaya mencari makna dari kehidupan. Penikmat sastra, seorang plegmatis. Seorang pembelajar dari universitas kehidupan.
This entry was posted in renungan. Bookmark the permalink.

2 Responses to Surat Terbuka Untuk Tuhan

  1. buayadayat says:

    Lebih merenung dengan dewasa, kalau punyaku masih banyak keluhannya kawan.. šŸ™‚

    Like

Balas komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s