Setangkai Mawar dan Segenggam Penyesalan

Mawar merupakan  tanaman perdu dari suku Rosaceae, meliputi ratusan jenis, tumbuh tegak atau memanjat, batangnya berduri, bunganya beraneka warna. Sebuah prototipe keindahan yang dengan sebegitu sempurnanya tercipta karena kuasa penciptaan Sang Khaliq yang Maha atas seluruh alam. Keindahannya yang luarbiasa, bahkan sampai membuat Presiden pertama Republik Indonesia, Bung Karno, untuk berujar “Mawar itu tidak mempropagandakan keharumannya, namun dengan sendirinya aroma harumnya tercium di sekitarnya”. Sebuah peribahasa yang sejatinya syarat akan makna. Bahwa sejatinya kita sebagai manusia tidaklah perlu menyombongkan diri atas kelebihan kita, tapi biarkan kesuksesan kita yang membahasakannya. “When everybody hates you,dislikes you,  just ignore them and remain silent. But just let your success make the noise”. Ketika seseorang itu membenci anda, tidak suka dengan anda, maka abaikan saja dan tetap lah diam. Biarkan kesuksesan anda yang berbicara Smile

Namun, tahukah sahabat bahwa di balik segudang keindahan sang mawar sejatinya terdapat sebatang pelajaran yang mampu kita ambil darinya. Sekarang coba sahabat perhatikan kembali bunga-bunga mawar. Setiap dari kita pasti yakin dan percaya bahwa mawar juga memiliki duri. Suatu bentuk proteksi diri dari seseorang atau mungkin sesuatu yang bertendensi untuk merusak keindahan sang mawar. Bahwa sejatinya di balik setiap keindahan itu haruslah ada suatu bentuk atau upaya perlindungan terhadap keindahan itu sendiri. Setiap dari kita di ciptakan dalam bentuk yang seindah-indahnya. Maka sudah merupakan  suatu kewajiban bagi kita sebagai ciptaan untuk menjaga amanah keindahan yang Tuhan sisipkan dalam diri kita. 

Sahabat, setiap dari kita pasti pernah merasakan penyesalan. Penyesalan dapat dikatakan sebagai suatu bentuk perasaan kecewa yang muncul setelah kita melakukan sesuatu yang salah, sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan, sesuatu yang kita lakukan dengan gegabah tanpa adanya proses berfikir yang matang sebelum bertindak. Pasti ada suatu rasa kecewa yang muncul ketika hal yang kita lakukan itu kita anggap salah.

Lalu, kenapa setangkai mawar dan segenggam penyesalan ? Mungkin pertanyaan ini yang akan muncul dalam benak kita saat ini. Karena sedari tadi yang saya bahas adalah tentang mawar dan keindahannya. Lalu, dimana sisi penyesalannya ?? Apa korelasi antara mawar dan penyesalan ? bukankah mawar itu prototipe keindahan ? apakah mawar itu menggunakan keindahannya sebagai suatu wujud kamuflase dari penyesalan yang ia rasakan ? Tapi penyesalan apa yang sang mawar lakukan sehingga sampai hati ia gunakan keindahannya untuk mengkamuflasekan penyesalannya ?

Tidak sahabat, bukan sejauh itu yang saya maksudkan. Bukan tentang mawar yang mengkamuflasekan penyesalan di balik keindahannya. Tidak, bukan itu maksud saya. Alasan kenapa saya menggunakan judul ini adalah karena salah seorang teman datang ke tempat saya sambil bercerita bahwa dia telah menyesal karena sesuatu hal yang ia lakukan. Entah apa yang saya pikirkan waktu itu, saya langsung mengajaknya keluar rumah. Seketika itu juga pandangan saya tertuju pada tanaman mawar di dekat pagar rumah saya.

mawar merah,mawar putih,mawar,bunga,penyesalan,tangkai,indah,cantik,motivasi,cinta,kehidupan Saya minta ia untuk menggenggam tangkai mawar itu dengan erat. Sontak ia menolaknya. Karena ia tahu pasti akan sakit ketika kita menggenggam tangkai mawar itu dengan erat, pastilah duri itu akan menusuk kulit kita. Pastilah duri akan melukai kita. Namun, konyolnya setelah saya bujuk, pun akhirnya dia mau juga Open-mouthed smile Setelah ia menggenggamnya dengan erat, dan ada umpatan yang entah sadar atau tidak ia ucapkan. Mungkin sebagai bentuk ekspresi dari rasa sakit yang ia tahan. Saya segera memintanya untuk melepaskan genggamannya. Sejurus kemudian saya menjelaskan padanya. Bahwa penyesalan itu layaknya ketika kita menggenggam tangkai mawar. Semakin erat kita menggenggamnya, maka semakin kita akan tersakiti olehnya. Maka belajarlah melepaskan genggaman itu, belajarlah mengikhlaskan itu. Dan belajarlah melihat mawar itu dari sisi yang lain. Maka kamu akan tahu bahwa hal yang kamu ikhlaskan untuk pergi itu terkadang akan lebih terlihat indah ketika kamu melihatnya dari kejauhan.  Hal yang sudah terjadi dan kamu sesali itu, seberapa besarpun penyesalanmu, tak akan pernah membuatnya kembali lagi. Tidak, tapi belajarlah melihatnya dari sisi yang lain, dari kejauhan. Maka kamu akan tahu seperti apa keindahan itu. Bahwa keindahan itu tak harus selalu kita miliki dan kita genggam dengan erat. Bahkan dengan melihatnya dari kejauhan sekalipun kita masih bisa menikmati keindahannya.

Jadi, kini anda tahu kenapa “Setangkai Mawar dan Segenggam Penyesalan”, bukan ? Jadi, mau jadi yang mana kah kita ? Jadi seseorang menikmati keindahan mawar dari kejauhan, atau menjadi seseorang yang menikmati keindahannya dengan jalan menggenggamnya dengan erat agar hanya kita saja yang memiliki keindahan itu? Kini anda yang tentukan. Silakan berdayakan kemampuan anda untuk berfikir, memikirkan mau jadi yang mana anda dalam kehidupan ini. Intinya, berfikirlah secara logis dan dengan sebegitu matangnya, sebelum anda memutuskan untuk bertindak. Karena baik buruknya anda, adalah anda yang menentukannya sendiri.

penyesalan,sesal,mawar

Advertisements

About robofics

Adalah seorang yang masih terus berupaya mencari makna dari kehidupan. Penikmat sastra, seorang plegmatis. Seorang pembelajar dari universitas kehidupan.
This entry was posted in kehidupan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Balas komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s