Selamat hari ibu ? Jadi hanya satu hari untuk menghargai ibu ?

Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih untuk segenap ibu di dunia ini. Untuk kasih sayang luar biasa yang tak kan pernah terbeli meskipun dengan seberapa banyak uang yang kita miliki. Untuk tiap tetes ASI yang engkau berikan kepada anakmu. Untuk kata demi kata yang engkau ajarkan kepada anak-anakmu. Untuk setiap peluh yang harus menetes di kala engkau mempertaruhkan nyawa demi melihat buah hatimu di lahirkan di dunia. Untuk setiap rasa sakit yang harus engkau rasakan, hanya demi melihat anakmu terlahir. Untuk setiap nasihat-nasihat baik yang engkau selipkan diantara marahmu. Untuk setiap pelukan penuh kasih yang engkau berikan. Untuk setiap cinta yang engkau masukkan dalam setiap racikan bumbu-bumbu masakanmu. Terima kasih Tuhan, telah Engkau utus sesosok malaikat penuh kasih yang dengan segenap cinta menjaga dan merawat kami sedari kecil hingga kami tumbuh mendewasa. Terima kasih ibu, atas segala hal yang engkau lakukan untuk kami..Tetaplah engkau menjadi malaikat kami, dan akan kami buktikan padamu, bahwa memiliki kami sebagai anak mu. Adalah sebuah kebanggaan luar biasa yang pernah engkau miliki.

Saya yakin setiap dari kita mengetahui dan dapat mendefinisikan dengan baik tentang apa dan seperti apa ibu itu. Sosok luarbiasa yang dengan penuh cinta kasih menjaga dan merawat kita sedari kecil. There’s always a superwoman behind a superman. Selalu ada perempuan yang luar biasa di belakang sosok pria yang luar biasa. Dan saya yakin, sosok itu adalah sosok ibu. Hari ibu, adalah hari yang di pilih untuk menghargai sosok seorang ibu. Ini berarti pemerintah tahu, bahwa sosok seorang ibu itu memang harus di hargai.

Kenapa tanggal 22 Desember ? Menurut beberapa literatur yang saya baca(tadi Open-mouthed smile), sejarah awal ditetapkannya tanggal 22 Desember sebagai hari Ibu adalah dengan berkumpulnya banyak organisasi perempuan pada Kongres Perempuan Indonesia pada hari yang sama. Karena peristiwa ini dianggap sebagai tonggak bersatunya perempuan di Indonesia. Dan pada akhirnya pada tahun 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 tentang Hari Ibu yang di tetapkan dan dirayakan secara nasional di seluruh penjuru Indonesia.

Jujur, saya pribadi tidak ingat bahwa hari ini adalah hari ibu. Hanya setelah saya melihat Trending Topic World Wide di situs jejaring sosial twitter, baru saya di sadarkan bahwa hari ini adalah hari ibu.

ttww

padahal, beberapa jam sebelumnya saya sempat melakukan posting di blog ini dengan judul “Hal yang tak  pernah akan  bisa terbeli oleh harta”. Namun jujur, meskipun artikel itu tentang ibu, namun saya masih belum sadar bahwa hari ini adalah hari ibu(ah, maafkan anakmu ini ibu Sad smile )

Jujur, saya sebenarnya sedikit tidak setuju jika hari ibu di tetapkan pada tanggal 22 Desember. Kenapa ? Ini berarti pemerintah menganakemaskan satu hari saja untuk menghargai jasa seorang ibu. Satu hari saja untuk menghargai jutaan curahan kasih sayang seorang ibu. Kenapa tanggal 22 Desember ? Kenapa mendekati penghujung tahun ? Bagaimana dengan 364 hari lainnya ? Apakah kita diharuskan untuk mengungkapkan rasa sayang kita sehari saja, dan 364 hari lainnya kita gunakan untuk menghujat ibu kita, tidak mempedulikan ibu kita, marah kepada ibu kita. Kenapa sehari saja untuk seorang ibu ?

Kenapa pemerintah tidak menetapkan bahwa setiap hari adalah hari ibu ? Jadi, setiap hari kita bisa gunakan untuk menghormati ibu kita, untuk menyayangi ibu kita. Untuk membuatnya merasa istimewa setiap harinya. Toh, meskipun hari ini adalah hari ibu sekalipun. Saya yakin akan banyak di antara kita yang lupa bahkan tidak tahu bahwa ini adalah hari ibu. Karena kita terlalu menyibukkan diri dengan kegiatan kita, dengan kesibukan yang terkadang kita ciptakan sendiri. Sudahkah kita mengucapkan terima kasih pada ibu kita hari ini ? untuk setiap kasih sayang yang beliau berikan ? Meskipun saya sangat yakin, apabila kita harus menuliskan ucapan terima kasih kita kepada ibu. Seluruh kertas di dunia ini pun meskipun di kumpulkan, tidak akan pernah mampu menggantikan pengorbanan seorang ibu. Tak akan pernah sekalipun itu terjadi Smile

Sahabat, bukan seberapa banyak ucapan terima banyak terima kasih yang kalian ucapkan di media sosial yang ibu butuhkan. Bakti kita terhadap ibu kita setiap hari lah yang utama, bukan hanya hari ini saja.

10885473_611456652317282_9060720504805096279_n

Lalu, bagaimana jika ibu yang kita sayangi itu telah tiada ? Berdoalah. Karena salah satu amal jariah adalah doa seorang anak shaleh terhadap orang tuanya Smile Sebenarnya ketika kita mendoakan orang tua kita yang telah meninggal dunia, sejatinya ada 2 nilai kebermanfaatan yang bisa kita dapatkan darinya. Pertama, sebagai media penguat jembatan interkoneksi kita dengan sang Khaliq, media penguat keimanan kita. Kedua, sebagai wujud bakti kita kepada orang tua kita yang telah tiada. Apabila di ibaratkan, bagaikan sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau pun terlampaui, bukan ?? Namun, satu hal yang perlu di garis bawahi. Jangan menuliskan doa-doa kalian di media sosial ya Smile

makam ibu, hari ibu, ibu

 

Kenapa ? Well, itu memang akun pribadi kita. Namun, media sosial bersifat publik, ini berarti apapun yang anda tuliskan akan terlihat oleh siapapun, Menurut saya sedikit tidak etis jika harus menuliskan doa-doa kita yang merupakan komunikasi interpersonal kita dengan Tuhan harus di ketahui orang lain. Jatuh – jatuhnya, nanti anda didanggap menuliskan doa-doa itu sebagai cara menarik simpati di media sosial. Jadi, biarkan doa kalian menjadi rahasia kalian dengan Tuhan, ya Smile

Jadi, kini hanya tersisa 2 pilihan bagi kita. Pertama, tetap menetapkan satu hari saja untuk menghormati ibu kita. Atau kita tetapkan setiap hari sebagai hari ibu, dan kita pilih satu hari dalam setahun untuk mengevaluasi setiap yang kita lakukan kepada ibu kita. Maka setiap evaluasi ini berakhir, maka hanya tersisa rasa sayang dan bakti yang semakin hari semakin meningkat terhadap ibu kita. Selamat hari ibu Smile

ibu

Advertisements

About robofics

Adalah seorang yang masih terus berupaya mencari makna dari kehidupan. Penikmat sastra, seorang plegmatis. Seorang pembelajar dari universitas kehidupan.
This entry was posted in catatan lepas, renungan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Selamat hari ibu ? Jadi hanya satu hari untuk menghargai ibu ?

  1. Benar saja, saya langsung menemukan sesuatu yang sangat inspiratif di sini. 😀 terimakasih….

    Like

Balas komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s