Hidup itu layaknya bendera

Biar saja ku tak seharum bunga mawar Tapi slalu kucoba tuk mengharumkanmu Biar saja ku tak seelok langit sore Tapi slalu kucoba tuk mengindahkanmu
Kupertahankan kau demi kehormatan bangsa Kupertahankan kau demi tumpah darah Semua pahlawan-pahlawanku
Merah putih teruslah kau berkibar Di ujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini


bendera merah putih
Lirik lagu yang saya tulis diatas tadi merupakan penggalan lirik lagu grup band cokelat dengan judul bendera. Setiap dari kita pastilah tahu dan bahkan dengan luarbiasa memvisualisasikan apa dan bagaimana bendera itu. Di setiap belahan bumi manapun, setiap Negara pasti memiliki benderanya sendiri-sendiri. Sebagai sebuah lambang supremasi dari sebuah Negara. Menyatakan eksistensi suatu Negara. Pernahkah sahabat mendengar kisah heroik para pahlawan yang berupaya merobek warna biru pada bendera Belanda yang di kibarkan di atas hotel di Surabaya pada masa kolonial dulu ? Pernahkah sahabat berfikir, tentang apa istimewanya sebuah bendera bagi sebuah Negara. Sehingga walaupun nyawa mereka terenggut sekalipun, para pahlawan kita dengan tekad baja berupaya mengibarkan bendera Negara kita? Apa istimewanya sebuah kain berwarna yang di kibarkan diatas tiang ? Sampai-sampai, hingga kini kita di doktrin untuk melakukan penghormatan kepada bendera kita ? Pernahkah sahabat berfikir tentang apa pentingnya mengagungkan sebuah kain diatas tiang yang terpancang ?

Sahabat, ijinkan saya memberikan sebuah penjelasan sederhana, dalam perspektif saya yang bodoh ini. Merah putih, bukan sebatas warna tanpa makna. Bendera Indonesia, sang dwi warna adalah bendera yang syarat akan makna. Merah menggambarkan sebuah unsur keberanian. Suatu kobaran semangat yang luar biasa. Sementara putih, mengindikasikan sebuah kesucian, kebenaran. Mungkin secara harfiah, merah putih berarti bahwa sudah sepantasnya kita berani di kala kita benar. Sehingga apapun yang akan membatasi kebenaran untuk di munculkan maka dengan serta merta ia akan di binasakan. Tak peduli siapapun orang itu, rawe-rawe rantas malang-malang putung. Tak sampai di situ saja, menurut saya, apabila kita perhatikan. Sebenarnya ada sebuah nilai kehidupan yang luar biasa yang bisa kita kaji dari sebuah bendera. Kenapa ? Karena jika kita telisik lebih dalam, akan ada 3 unsur utama dari sebuah bendera. Tiang, bendera itu sendiri, dan juga angin yang mengibarkannya. Semakin tinggi tiangnya maka semakin besar pula angin yang akan menerpanya. Begitiu pula kehidupan manusia., semakin tinggi kedudukan dan cita-cita seseorang, maka semakin besar pula masalah yang akan menerpanya.

bendera merah putih
Namun, jadilah engkau layaknya bendera. Karena seberapa tinggi pun engkau berada. Ketika tiang keimananmu terhadap Tuhanmu semakin kuat memancang. Maka Yang bisa engkau lakukan sebagai bendera hanyalah semakin mengibar jauh lebih hebat lagi daripada sebelumnya. Masalah-masalah dalam hidupmu, ada untuk sebuah alasan. Mereka ada untuk semakin menghebatkan kibar mu di dunia ini. Mereka ada untuk membuatmu mengindah di angkasa. Bukan untuk menjatuhkanmu. Maka kuatkanlah pondasi keimananmu pada Tuhanmu, dan gapailah cita-cita setinggi yang engkau mau. Lalu perhatikan, bahwa semakin tinggi engkau mencoba, maka engkau hanya akan semakin menghebat mengibar menghias cakrawala.

Advertisements

About robofics

Adalah seorang yang masih terus berupaya mencari makna dari kehidupan. Penikmat sastra, seorang plegmatis. Seorang pembelajar dari universitas kehidupan.
This entry was posted in kehidupan, pemuda, renungan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Balas komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s