Aku, dan apa yang ingin aku tulis

Aku, dan apa yang ingin aku tulis. Judul ini berawal dari pertanyaan seorang teman. Tentang kenapa saya tidak mencoba untuk menuliskan tutorial yang berkaitan dengan komputer ?. Pasti traffic kunjungan ke blog saya akan melonjak drastis, pikirnya. Saya pun menyanggupi, saya coba kembali mengembara dalam alam pikiran saya. Sejenak menelisik, menelusuri tiap jengkal ingatan saya sambil sesekali mencari sebuah ide tentang apa yang akan saya tulis. Naas, otak saya serasa beku. Tak sepenggal memori pun mau terbongkar. Tak sedikitpun ide tertuang. Luarbiasanya, semakin keras saya mencoba untuk menemukan ide penulisan tutorial komputer, seakan otak saya di paksa untuk bersiklus melebihi apa yang seharusnya ia lakukan. Entah karena sudah terlampau lama memori itu terkubur dalam. atau mungkin karena memang bukan bakat saya untuk menuliskan hal yang berbau komputer.

Saya masih mencoba dan mencoba, namun tak jua otak ini mampu membahasakan apa yang sedari tadi saya cari. Saya mulai meracau. Andai ini adalah uji nyali, maka sudah sedari tadi tangan ini melambai ke arah kamera. Tanda pasrah karena tak mampu.  Ah sudahlah, memang bukan kapasitas saya untuk membicarakan ranah komputasi. Logika pemrograman saya kacau, desain saya amburadul, dunia hacking saya awam. Linux membuat saya semakin gamang, Windows membuat saya justru meradang. Karena virus dan segala tetek bengek tentangnya.

Dan pada akhirnya sayapun menyerah pasrah jika harus berkaitan dengan tutorial komputer. Saya lebih memilih menjadi active reader untuk urusan ini, daripada menjadi seorang silent writer Open-mouthed smile Saya yakin sudah begitu banyak orang yang jauh lebih ahli dalam penulisan tutorial yang berbau komputasi. Jadi, jangan minta saya untuk menuliskan hal yang berbau komputasi Smile with tongue out

Saya lebih memilih untuk menulis tentang hal lain, bukan berarti saya jauh lebih ahli dalam hal yang saya tuliskan. Tidak, setiap pribadi itu memiliki kapasitas diri dan keminatan tersendiri. Dan, untuk saat ini, yang entah sampai kapan semangat ini berakhir. Saya lebih tertarik untuk mengamati tentang perilaku manusia, mencoba menelisik makna dari setiap peristiwa. Mengambil sebuah atom pelajaran dari benda kehidupan.

Karena dari sana saya paham. Bahwa hidup ini hanya sementara, maka sudah sepantasnya kita belajar yang banyak, dan melakukan kebaikan yang jauh lebih banyak. Maka dengan begitu kita telah memantaskan diri kita untuk menerima kebaikan yang jauh lebih banyak lagi. Bukan tentang seberapa banyak jumlah pengunjung yang mengunjungi artikel di blog kita, tapi tentang seberapa besar artikel itu memberikan dampak kebaikan bagi pembacanya. Pun, jikalau saya memang menemukan jalan bagi saya untuk menuliskan hal yang berbau komputasi, saya rasa masih butuh proses yang panjang, dan saya rasa bukan saat ini. Bisa saja beberapa jam ke depan, atau hari, atau lusa, atau minggu, atau bulan, atau kapanpun itu. Hanya sang waktu yang mampu menjawab.

Jadi inilah sejatinya diriku, dan apa yang ingin aku tulis Smile

Advertisements

About robofics

Adalah seorang yang masih terus berupaya mencari makna dari kehidupan. Penikmat sastra, seorang plegmatis. Seorang pembelajar dari universitas kehidupan.
This entry was posted in catatan lepas and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Balas komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s