Tentang hujan dan apa yang dibawanya

Tentang hujan, dan apa yang dibawanya. Sedari pagi ini, langit seakan tampak begitu murung. Sang awan mendung dengan bangganya merajai hari. Bahkan mentari yang biasanya sebegitu riang bertengger di cakrawala, kini ia bahkan seakan begitu enggan untuk berkelakar. Kalah pamor dengan sang mendung agaknya. Milyaran tetes air yang jatuh ke bumi membasahi bumi Jogjakarta sedari pagi tadi. Adakah ini sebuah pertanda, bahwa sang mendung tiada mampu lagi menahan beban yang harus di bawanya, sehingga ia muntahkan milyaran tetes air kembali ke bumi. Ataukah memang sang mendung sedang durjana. Dengan segala keangkuhannya ia gagalkan setiap rencana yang telah tersusun sebegitu rapinya di pagi ini.

Sahabat, ingatkah anda tentang siklus hidup air ? Ketika air dari pegunungan,sungai,danau,sumur,laut, terkena panas matahari maka kemudian panasnya mentari akan menguapkannya terbang mengangkasa. Karena semakin ke atas, udara semakin mendingin, bahkan dinginnya jauh lebih dingin dibandingkan titik embun. Maka sang uap air akan mengalami suatu kondensasi. Lama kelamaan ia akan membentuk gugus awan. Sang awan pun bergerak tertiup angin. Awan dengan segala beban air yang dibawanya, ketika sang awan sudah berpasrah diri karena ketidakmampuannya menahan beban yang ia bawa, maka air itu ia muntahkan kembali ke bumi dan membentuk milyaran tetesan hujan. Sang air pun membentuk mahkotanya, menuju satu titik di bumi dan mencumbu apapun yang ia lalui. Sampai pada akhirnya ia jatuh menghujam bumi. Meresap kembali ke tanah dan mengalir menuju sungai,danau,laut yang pada akhirnya akan kembali mengalami proses penguapan yang sama, begitu seterusnya.

Hujan, dengan segala alasan yang dibawanya untuk jatuh menghujam bumi, membuat kita berfikir tentang pesan yang hendak ia sampaikan bagi kita. Sebuah pesan kesedihan yang dibawa sang hujan. Sedih karena ketika sang awan mendung dengan gagahnya menggeser awan putih, membuat mentari tak lagi menampakkan diri. Dengan segala gemuruh petir yang memekakkan telinga.  Terkadang rasa takut dan kesedihan itu mendera, menunggu sang mendung untuk berhenti meraja. Namun, si awan mendung tidaklah akan bertahan lama, ia hanya akan menguji kita. Akankah kita tetap bersombong diri dengan menyepelekan turunnya sang hujan, menembus pekatnya hujan dan membasahi sekujur tubuh kita. Atau kita memilih untuk kalah dan dikalahkan oleh sang hujan. Memilih untuk mengalah dengan air yang bergerak.

Satu hal yang pasti, hujan di ciptakan untuk banyak hal, untuk menghidupi kehidupan, hujan turun menyapu debu, membasahi tanah, dan memberi efek kesegaran. Seperti itulah sejatinya kehidupan kita sebagai seorang manusia. Selalu bergerak dengan siklus yang sama, dari tempat yang sama, entah naik ataupun turun. Namun tetap kita mengalami sebuah pergerakan yang sama. Yang kemudian turun dengan membawa segudang alasan untuk jatuh mencumbu bumi, dan pada akhirnya terbang kembali mengangkasa memulai proses yang sama, lagi dan lagi, begitu seterusnya.

Maka, sejatinya hidup kita di dunia ini hanya ada satu tujuan yang pasti. yaitu turun kebawah mencumbu bumi. Tentang nilai kebermanfaatan yang kita bawa saat kita mencumbu bumi, maka semuanya berada dalam kontrol kita. Temukanlah tujuan anda di turunkan ke bumi. Akankah anda sekedar menjadi hujan yang menggenang lalu pergi menghilang, ataukah menjadi hujan yang memberi kehidupan dan kesegaran bagi orang lain, ataukah menjadi hujan yang membawa bencana banjir yang menyusahkan begitu banyak orang.

Jadi, kini anda yang menentukan tentang mau jadi hujan yang seperti apakah diri anda Smile

Advertisements

About robofics

Adalah seorang yang masih terus berupaya mencari makna dari kehidupan. Penikmat sastra, seorang plegmatis. Seorang pembelajar dari universitas kehidupan.
This entry was posted in renungan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Tentang hujan dan apa yang dibawanya

  1. W I G N Y A says:

    suka dengan judulnya, nice/

    Like

Balas komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s