sebuah kisah tentang garam dan telaga

Pernahkah anda mendengar cerita tentang garam dan telaga ? tentang seorang pemuda dan seorang kakek yang bijak ? Suatu ketika, seorang pria datang menuju telaga. Langkahnya gontai tanpa adanya semangat terlihat dari wajahnya. Mukanya begitu sabak layaknya sedang dirundung duka yang mendalam. Pemuda itu memang tampak tak begitu bahagia kala itu. Tak di sangka, di tepi telaga telah duduk seorang kakek tua yang agaknya sedari tadi memperhatikan gerak-gerik si pemuda.

“Wahai anak muda, ada apakah gerangan ? kau nampak begitu gelisah sedari tadi ku perhatikan ? adakah yang masih membebani pikiranmu saat ini ?”. Tanpa membuang waktu, si pemuda itu pun menceritakan sumber masalahnya yang ia hadapi selama ini. Kakek tua itupun mengambil segelas air dan sejumput garam. Ia masukkan garam itu ke dalam air dan ia mengaduknya. “Minumlah air ini, dan katakan kepadaku bagaimana rasanya, nak!” perintah si kakek tua. “Asin sekali air ini”. ungkap si pemuda.

Kemudian si kakek bijak itu mengambil sejumput garam dengan jumlah yang sama dan ia taburkan garam tersebut. Ia ambil sepotong dahan kayu yang kering kemudian dengan sedikit usaha, dia keluarkan gerakan layaknya seorang yang sedang mengaduk air. Terciptalah riak air yang memecah keheningan telaga kala itu. “Ambillah segelas air dari telaga ini, minumlah, dan katakan padaku bagaimana rasanya”. “Air di telaga ini segar sekali kek” ungkap si pemuda. “Dapatkah engkau merasakan garam dalam air yang engkau reguk dari dalam telaga ini?” Tanya si kakek bijak lagi. “Tidak” Tegas si pemuda.

Dengan bijak si kakek tua menepuk punggung pemuda itu sembari berkata. “Wahai anak muda, duduklah di hadapanku dan perhatikan apa yang ingin aku katakan. Pahitnya kehidupan ini adalah layaknya segenggam garam ini. Jumlah dan rasa yang akan engkau rasakan adalah sama, dan memang akan tetap sama. Namun, ketidaknikmatan yang engkau rasakan itu akan sangat bergantung dari wadah yang engkau gunakan untuk menempatkan rasa tidak nikmat itu. Wadah itu adalah hatimu,nak. Ketika ketidaknikmatan itu engkau tempatkan pada wadah yang kecil, maka akan terasa begitu jelas kepahitannya. Namun, ketika engkau letakkan ketidaknikmatan itu pada wadah yang besar melebihi besarnya masalah yang engkau hadapi, maka ketidaknikmatan itu akan pudar, bahkan sirna pada akhirnya.”

Sahabat, ijinkan saya menyimpulkan inti dari kisah tentang garam dan telaga di atas. Bahwa Segala sesuatunya tergantung dari bagaimana hati kita memaknai sebuah peristiwa. Ketika kita merasakan kepahitan dari sebuah kegagalan, maka sejatinya hanya ada satu jalan yang bisa kita lakukan. Lapangkan dada kita untuk menerimanya. Jangan biarkan pikiran kita menyempitkan hati kita dari merasakan kebaikan dari sebuah peristiwa. Luaskan hati kita untuk menerima segala kepahitan itu.

Hati kita adalah wadah itu, perasaan kita adalah tempat dimana kita meletakkan segalanya, dan kalbu kita adalah tempat dimana kita menampung segala kepahitan hidup kita. Maka jangan jadikan hati kita layaknya gelas. Namun, jadikan hati kita layaknya telaga. Sebuah telaga besar yang mampu meredam semua kepahitan dalam hidup ini. Telaga besar yang mampu merubah segala kepahitan ini menjadi kesegaran dan kebahagiaan yang luar biasa tak terhingga rasanya.

Maka lapangkanlah dadamu untuk merasakan kebaikan dari setiap peristiwa, dan luaskanlah hatimu untuk menerima segalanya Smile

telaga

Advertisements

About robofics

Adalah seorang yang masih terus berupaya mencari makna dari kehidupan. Penikmat sastra, seorang plegmatis. Seorang pembelajar dari universitas kehidupan.
This entry was posted in renungan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Balas komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s