maka jadilah layang-layang

Maka jadilah layang-layang, sebuah ajakan yang mungkin akan terdengar sangat konyol. Manusia mana yang sudah menjadi manusia seutuhnya malah di ajak untuk menjadi layang-layang ? Bukan itu yang saya maksudkan. Tentu saja judul ini tidak bisa di telan bulat-bulat maknanya. Tidak bisa di artikan secara harfiah sebegitu mudahnya. Bukan tentang arti judul ini secara leksikal. Tidak, bukan itu yang saya maksudkan. Namun ini tentang filosofi sebuah layang-layang. Tentang makna kehidupan yang bisa kita pelajari dari sebuah layang-layang.

layang2

Sahabat, tentu kita telah paham dan familiar dengan layang-layang. Mainan yang di buat dari bilah bambu dan kertas ini, apabila angin mulai membelai lembut permukaan kertasnya, maka dengan serta-merta ia akan terbang mengangkasa, seakan ia ada untuk menghiasi langit yang sebegitu luasnya. Lalu, makna kehidupan apa yang sejatinya dapat kita ambil dari sebuah layang-layang ini ?

Jika kita perhatikan, akan terdapat 4 unsur utama agar sebuah layang-layang dapat terbang di angkasa. Sang pengendali layang-layang,benang,layang-layang itu sendiri, dan juga angin yang akan menerbangkannya. Pengendali layang-layang kita analogikan sebagai Tuhan semesta alam. Sebagai pengatur tentang bagaimana kita dalam kehidupan ini. Benang kita analogikan sebagai usaha dan kepasrahan kita terhadap Tuhan, suatu jembatan interkoneksi antara manusia sebagai layang-layang dan Tuhan sebagai sang pengendali layang-layang. Sementara layang-layang adalah diri kita yang faktual, dan angin adalah masalah-masalah dalam kehidupan kita.

Ketika benang usaha itu terulur, maka pastilah keseimbangan kita sebagai sebuah layang-layang akan goyah. Kita hanya bisa berpasrah diri terhadap si pengendali layang-layang tentang seberapa lama benang usaha ini akan di ulur. Setelah menjalani suatu proses kepasrahan diri, maka tiba pada masa di mana benang itu akan di tarik dan terpancang dengan kuat, maka itulah sejatinya isyarat bagi kita untuk terbang meninggi menggapai kesuksesan kita. Namun yang perlu di ingat, bahwa semakin tinggi kita berada, semakin besar pula terpaan angin permaslahan yang akan kita hadapi dalam kehidupan ini.

Sahabat, belajar dari si layang-layang. Ada beberapa hal yang sebenarnya baik dan perlu kita garis bawahi. Pertama, semakin kuat benang(usaha dan kepasrahan kita) mengikat dan terpancang, maka semakin kuat pulalah kita bertahan dari terpaan angin(masalah) kehidupan kita. Kedua, sebesar apapun terpaan angin, hanya akan membuat layang-layang itu terbang meninggi, bukannya terpuruk jatuh. Seperti itulah kehidupan kita. Masalah ada itu sejatinya untuk meninggikan derajat kita. Karena semakin tinggi derajat kesuksesan kita, maka semakin kencang pula terpaan angin masalah yang harus kita hadapi dalam kehidupan kita. Apabila benang(usaha dan kepasrahan) dalam kehidupan kita, jembatan interkoneksi antara kita dan Tuhan kita  perkuat, maka sejatinya tidaklah kita perlu risau tentang seberapa kencang angin itu akan menerpa. Karena masih ada Tuhan yang selalu ada untuk kita Smile

layang-layang

Maka jadilah layang-layang. Karena semakin kencang terpaan angin masalah yang ia terima, hanya akan membuatnya meninggi dan jauh lebih menghebat daripada sebelumnya Smile

Advertisements

About robofics

Adalah seorang yang masih terus berupaya mencari makna dari kehidupan. Penikmat sastra, seorang plegmatis. Seorang pembelajar dari universitas kehidupan.
This entry was posted in kehidupan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Balas komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s