Cinta Itu Tentang Seberapa Mampu Anda Bertahan

Screenshot_2014-09-10-07-00-49 Seorang teman pernah  bertanya kepada saya tentang bagaimana seharusnya kita di saat kita terlalu lelah untuk bertahan, akan tetapi terlalu cinta untuk melepaskan cinta itu?

Satu jawaban yang pasti adalah coba tanyakan pertanyaan itu pada hatimu. Kenapa saya mengatakan hal yang demikian ? sementara hati orang yang mencinta terkadang logisnya mengabur, mengalami suatu bentuk penurunan fungsi dalam menyelesaikan suatu masalah dengan jalan logika. Tidakkah itu suatu bentuk kesia-siaan karena menanyakan sesuatu yang sejatinya kita tahu bahwa kita menanyakan sesuatu yang kita mengetahui bahwa kita tiada akan menemukan jawabannya? Sahabat, cinta itu adalah sesuatu yang sungguh terlalu surealis untuk di definisikan.  Karena cinta yang berada dalam dimensi rasa, maka cinta itu adalah sesuatu yang abstrak. Sesuatu yang kita tidaklah mengetahui bagaimana wujudnya, namun keberadaanya dapat kita rasakan. 

Kita tidak bisa menjadi terlalu objektif menilai cinta, tapi kita juga tidak seharusnya selalu menilai cinta itu secara subjektif. Ada masa di mana kita harus menilai cinta itu secara subjektif, namun terkadang kita juga harus menjadi objektif tentang cinta. Cinta itu adalah kerelaan untuk berkorban. Selalu tentang seberapa mampu anda untuk bertahan. Jika masih merasa mampu untuk bertahan dalam pengorbanan cinta, maka pertahankanlah cinta itu semampu anda. Jadi, kembalikan lagi ke tujuan awal anda dalam mencinta, apabila tujuan anda hanya untuk bersenang-senang semata, maka lepaskanlah!. Cinta itu membutuhkan pembuktian, ia membutuhkan realisasi yang nyata. Jika tujuan anda hanya bersenang-senang maka pastilah hanya akan menjadikan cinta itu begitu sakit pada akhirnya, karena anda hanya akan terjebak pada cinta yang tidak sehat. Namun jika anda mencinta untuk suatu bentuk keseriusan ke jenjang pernikahan, maka pertahankanlah cinta. Buktikan pada pasangan anda tentang keseriusan anda dalam mencinta.

Memang, rasa sakit dalam mencinta itu adalah suatu kepastian. Karena sejatinya cinta itu menyatukan dua kepribadian yang berbeda. Memang benar tidak mungkin dua kepribadian yang berbeda akan menyatu seutuhnya, namun ia akan saling melengkapi, itulah sebaik-baiknya cinta.  Namun jika terlalu sering merasakan sakit ? Coba sekarang tanyakan pada hati anda. Karena sejatinya orang yang merasakan sakit dalam mencinta itu karena ia terlalu memberikan standar tentang bagaimana seharusnya seseorang yang ia cintai. Harus seperti ini, harus seperti itu, karena anda menginginkan seseorang yang anda cintai menjadi apa yang anda inginkan.

INGAT! cinta itu tentang menerima kekurangan pasangan kita dan mengagumi kelebihannya. Bukan tentang memaksakan orang yang kita cintai untuk menjadi apa yang kita inginkan.

Advertisements

About robofics

Adalah seorang yang masih terus berupaya mencari makna dari kehidupan. Penikmat sastra, seorang plegmatis. Seorang pembelajar dari universitas kehidupan.
This entry was posted in kehidupan. Bookmark the permalink.

Balas komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s