Benarkah permintaan maaf florence itu tulus ?

Anda tahu Florence Sihombing ? Perempuan yang menjadi perbincangan karena melakukan penghujatan, penghinaan terhadap warga Yogyakarta dengan kata-kata yang terkesan kasar melalui media sosial  Path ? Karena begitu banyaknya gelombang protes dari warga akhirnya Florence mengucapkan permintaan maafnya dan melakukan klarifikasi melalui radio Star FM Jogja dan juga melalui akun Pathnya. Banyak pihak yang menyayangkan sikap Florence yang terkesan arogan. Tidak hanya menuai kecaman di media sosial Twitter dan Path saja, aksi demo juga terjadi untuk meminta diusirnya Florence dari Yogyakarta. Seperti yang diberitakan melalui situs berita detik melalui laman yang bertajuk Puluhan Warga Yogya Gelar Aksi Protes Terkait Status Path Mahasiswi misalnya. Ini adalah bentuk penolakan warga atas arogansi.

Melalui Radio Star FM Yogyakarta akhirnya Florence Sihombing beritikad baik untuk meminta maaf, seperti yang di unggah ke situs Youtube. Florence mengucapkan maaf terhadap masyarakat Yogyakarta atas arogansinya tersebut. Namun kemudian yang menjadi pertanyaan apakah permintaan maafnya itu didasarkan atas sebuah ketulusan ?

Ketika kita dengarkan secara seksama, dia mengatakan “Pertama-tama saya mau menyampaikan permintaan maaf dulu atas kata-kata saya yang tersebar yang saya tulis. Saya beserta keluarga dan teman-teman yang bersangkutan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap warga Yogyakarta atas kata-kata di media sosial saya. Khususnya yang tersebar itu di path saya. Saya merasa  sangat menyesal. saya benar-benar menyesal ini ya. Saya benar-benar menyesal mengaku sangat menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan saya.”

BwIxk7LCUAETpP1

Di saat dia mengatakan saya merasa sangat menyesal, lantas sejurus kemudian tanpa adanya jeda dia, menurut asumsi saya, bahwa sejatinya dia ingin menghindari  persepsi orang yang menyangsikan ketulusannya. Dia seolah takut akan sesuatu. Entah karena sanksi hukum yang ia hadapi atau karena gelombang protes yang ditujukan atasnya. Jadi permintaan maafnya hanya di dasarkan atas rasa takut ? bukan karena tulus ingin meminta maaf ?  Entahlah, akan tetapi yang jelas dia sedang dalam kondisi yang tertekan pada saat itu. Namun perulangan kata menyesal ini seakan menegaskan bahwa ada suatu bentuk penyesalan dalam dirinya. Intonasi yang sedikit naik ketika ia mengucapkan kata berjanji, pada saat itu dia ingin orang tahu bahwa dia dalam kondisi sadar sepenuhnya atas apa yang ia ucapkan. Dia ingin menegaskan bahwa dia akan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.

Well, terlepas dari tulus atau tidaknya permintaan maaf Florence, setidaknya dia telah beritikad baik untuk meminta maaf dan telah berani mengakui kesalahannya. Oh ya, saya bukanlah ahli linguistik, jadi maaf apabila artikel saya ini terkesan asal-asalan 🙂

Advertisements

About robofics

Adalah seorang yang masih terus berupaya mencari makna dari kehidupan. Penikmat sastra, seorang plegmatis. Seorang pembelajar dari universitas kehidupan.
This entry was posted in catatan lepas and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Balas komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s