Algoritma semut

Artikel ini bukanlah merupakan artikel tentang algoritma semut yang di kenalkan oleh Marco Dorigo. Artikel ini bukanlah teori probabilitas untuk menyelesaikan masalah komputasi dengan menggunakan jalur terbaik. Artikel ini bukanlah percabangan dari ilmu kecerdasan buatan, artikel ini bahkan tidak ada sedikitpun kaitannya dengan segala hal yang berbau komputasi. Artikel ini hanyalah sebuah perspektif sederhana yang bersama-sama ingin mengajak kita untuk mentelaah,menelisik lebih dalam, belajar tentang falsafah kehidupan dari semut beserta koloninya.

semut
Saya yakin semua pernah melihat semut, dimanapun anda berada. Makhluk yang seakan terlihat begitu lemah di mata kita. Tapi pernahkah anda memperhatikan dengan sebegitu seksamanya tentang apa yang dilakukan oleh sang semut ini ?
Pernahkah anda mencoba menghadang jalan seekor semut dan memperhatikan, apakah dia pasrah dengan keputus asaan karena tidak berhasil menemukan jalan keluar ? ataukah dia tetap melangkah dengan kepastian, dengan keyakinan yang sempurna, terus berusaha menemukan jalan lain meskipun jalan yang ia lalui anda tutup ?
Tentu saja, sang semut pastilah akan memilih untuk menemukan jalan lain. Sahabat, begitulah seharusnya manusia. Hal apa yang kita dapatkan dari perilaku semut ini ?? KONSISTENSI dan TIDAK MUDAH PUTUS ASA. Kenapa ? karena sang semut tetap konsisten pada satu tujuan yang ia ingin capai sedari awal, sehingga ia tidak mudah putus asa untuk menemukan jalan lain agar tujuannya itu dapat tercapai.
shakehand-semut
Coba anda perhatikan, setiap kali semut bertemu sesama semut di jalan, apa yang ia lakukan ?? Mereka saling menyentuhkan mulut dan tangannya. Mungkin ini suatu bentuk jabat tangan antar semut. Lalu, apa yang dapat kita pelajari disini ??
Berjabat tangan, adalah suatu simbol keakraban, suatu implementasi dari silaturahmi. Adalah suatu kebaikan yang luarbiasa apabila kita mampu menjaga tali silaturahmi antar sesama manusia, dan juga alam. Apabila kita ingin dihargai Hak Asasi kita sebagai seorang manusia, maka alangkah baiknya sebagai pribadi kita juga haruslah menjalankan kewajiban asasi kita sebagai seorang manusia..dengan cara ?? menjadi nilai kebermanfaatan bagi sebanyak mungkin orang lain. Lalu apabila anda belum bisa melakukan hal yang bermanfaat bagi orang lain ? tersenyumlah, bersilaturahmilah, karena itulah bentuk paling sederhana untuk menjadi kebahagiaan bagi orang lain šŸ™‚

semut bulu
Pelajaran ketiga yang dapat kita ambil dari semut adalah, kemampuannya untuk mengangkat beban yang justru 10 kali lipat lebih berat dari berat badannya sendiri. Terkadang kita tidak pernah terfikirkan, bagaimana bisa seekor yang lemah dapat mengangkat sesuatu yang melebihi kemampuannya. Bahkan seekor gajah sekalipun tidaklah memiliki kekuatan untuk mengangkat benda yang lebih berat dari berat tubuhnya. Lantas, apa yang kita dapatkan dari sini ? Sahabat, tidaklah sepantasnya bagi kita, mendiskreditkan seseorang. Mereka yang terlihat lemah, bukanlah senantiasa berarti bahwa mereka tidak lebih baik dari kita. Bukan berarti mereka tidak bisa melakukan apapun. Ketahuilah, sejatinya mereka bisa melakukan hal yang tiada pernah bagi kita untuk memikirkan sebelumnya. Sejatinya kekuatan,kekuasaan itu bukanlah sesuatu yang harus di kultuskan. Manusia adalah sama di mata Tuhan, tiada yang sempurna. Kesempurnaan itu hanyalah sebatas kefanaan. Karena yang kini nampak sempurna, akan rusak pada akhirnya. Jadi, tiadalah sepatutnya kita menyombongkan diri dengan kekuatan yang kita miliki. Tiadalah sepantasnya kita mendiskreditkan orang yang lemah. Karena sejatinya, ada hal luar biasa yang bisa mereka lakukan, mereka yang dalam perspektif kita adalah pribadi yang lemah.

rangrang
Perhatikanlah foto diatas, apa yang anda dapat simpulkan ?? Bahwa sejatinya untuk mencapai suatu kesuksesan itu haruslah dengan kesungguhan. Kebersamaan itu akan menguatkan nikmatnya sebuah kesuksesan. Keindahan dari sebuah keberhasilan itu adalah terlihat dari bagaimana kita menikmati prosesnya. Yakinlah, apapun yang anda hadapi kini. Adalah sebuah kebaikan luarbiasa yang Tuhan persiapkan bagi keberhasilan masa depan anda. Jadi ?? Syukuri saja apa yang terjadi šŸ™‚

algoritma semut

Dalam dunia nyata, semut berkeliling secara acak untuk menemukan makanan. Luarbiasanya, sang semut ini telah di bekali kemampuan kognitif untuk mencari makanannya. Dan ketika ia menemukan makanan, ia akan kembali ke koloninya dan meninggalkan jejak berupa feromon. Feromon inilah yang nantinya akan tercium oleh semut-semut lain dalam koloninya. Apabila semut-semut lain mencium feromon ini apa yang terjadi ?? Semut lain dalam koloni akan mengikuti jejak dari feromon ini menuju makanannya. Tanpa mereka perlu bepergian kembali secara acak. Semakin banyak semut yang melalui jejak ini, maka semakin banyak jejak feromon yang ia tinggalkan. Maka semakin lama pulalah jalur itu akan dilewati. Lalu, jalur yang jarang dilewati oleh semut lain ?? feromon akan menguap dan menghilangkan jalur dari semut lain yang dulu melewatinya. Sehingga hanya jalur terpendeklah yang ia dapatkan untuk menuju makanannya.
Sahabat, dalam menghadapi sebuah masalah. Alangkah baiknya kita memikirkan dan menuliskan sebanyak mungkin alternatif penyelesaiannya beserta konsekuensi yang nantinya akan kita hadapi. Karena sejatinya dengan menuliskan segala bentuk konsekuensinya, maka kita telah mempersiapkan diri untuk menerima kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi. Lalu, Lakukanlah alternatif penyelesaian masalah yang anda paling anggap tepat šŸ™‚
pikirkanlah dengan sebaik-baiknya. Jangan pernah anda menyelesaikan masalah dengan emosi yang berlebih. Karena dampaknya akan lebih massive apabila emosi itu ikut terlibat di dalamnya.

Sungguh itulah kenapa kita harus belajar dari semut beserta koloninya. Jadi kenapa algoritma semut ?? Anda tentukan kenapa šŸ™‚

Advertisements

About robofics

Adalah seorang yang masih terus berupaya mencari makna dari kehidupan. Penikmat sastra, seorang plegmatis. Seorang pembelajar dari universitas kehidupan.
This entry was posted in kehidupan. Bookmark the permalink.

Balas komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s