Konvoi saat pengumuman kelulusan itu ternyata masih saja terjadi

Entah siapa yang memulai, namun coret-coret baju serta konvoi saat pengumuman kelulusan seakan telah mendarah daging bagi kalangan pelajar di Indonesia. Masih terlihat begitu abu-abu bagi saya tentang esensi dari coret-coret baju dan konvoi di Jalan raya yang notabene hanya mengganggu ketertiban berlalu lintas saja. Well, saya pribadi merasakan pernah menjadi seorang pelajar, namun entah karena saya yang terlalu “kurang gaul” atau entah karena sesuatu yang lain. Dulu saya beranggapan bahwa konvoi semacam itu hanyalah suatu bentuk hura-hura yang tiada memiliki sedikitpun nilai kebermanfaatan, dan sampai sekarangpun perspektif itu masih saya pegang kuat, bahwa hal tersebut tidak lain hanyalah sebuah ketidakbermanfaatan semata. Masih beruntung apabila mereka hanya melakukan aksi corat-coret pada properti yang mereka miliki, bagaimana jika mereka kemudian melakukan corat-coret yang kemudian merusak fasilitas umum, merusak rumah orang lain ? tidakkah itu sesuatu yang merugikan ?? Miris rasanya, terutama saat membaca laman tribun jogja bahwa tawuran pecah setelah pengumuman kelulusan.

Gambar oleh : Tribunnews

Gambar oleh : Tribunnews


Lebih mirisnya lagi, disebut bahwa smk 2 (tempat dahulu saya menuntut ilmu πŸ˜€ ) di duga terlibat dalam hal ini, ya meskipun jika kita amati secara mendalam masih nampak abu-abu bagi kita untuk memutuskan siapa yang terlibat tawuran tersebut.
Entah mungkin karena terkadang manusia itu memerlukan pengekspresian diri yang merupakan bagian dari aktualisasi diri mereka, mungkin dengan mereka dinyatakan lulus, ini berarti mereka merasa bebas, terbebas dari segala bentuk peraturan sekolah yang dahulu sempat mengekang mereka selama mengemban tugas sebagai seorang pelajar. Atau mungkin karena stigma yang ada, bahwa konvoi itu adalah sebuah keharusan bagi mereka yang dinyatakan lulus. Atau justru sebagai suatu momen untuk melepas gairah masa muda yang notabene memiliki gejolak jiwa yang masih labil, masih rapuh, entahlah. Terlepas dari itu semua, sebenarnya ada segudang wujud “aktualisasi diri” yang jauh lebih positif.Ada begitu banyak cara mengekspresikan kesyukuran atas kelulusan mereka. Sekilas membaca artikel yang ada di laman harian jogja tersirat rasa kagum dalam diri saya. Ya, mereka adalah pribadi hebat yang mengerti cara pengaktualisasian diri dalam jalan yang positif. Tanpa aksi corat-coret, tanpa mengganggu ketertiban berlalu lintas, justru sebaliknya, mereka mampu memberikan nilai kebermanfaatan bagi sesama. LUAR BIASA itulah satu kata yang paling pantas menggambarkan betapa hebatnya mereka.

Karena hal ini telah menjadi tradisi, telah mendarah daging, maka merupakan suatu kemustahilan yang nyata apabila kita kemudian memerintahkan mereka untuk berhenti melakukan hal tersebut (aksi corat-coret dan konvoi). Tidak melulu regulasi yang kuat mengikat dan mengekang itu menjadi solusi. Dibutuhkan suatu pendekatan yang lebih lunak lagi baik dari pemerintah ataupun pihak sekolah, sebagai bentuk antisipasi dini terhadap kemungkinan terjadinya aksi yang bersifat negatif. Contohnya ?? well, bisa saja pihak sekolah memberikan syarat, sehari sebelum pengumuman kelulusan mereka diminta untuk mengumpulkan seragam mereka. Lalu apa yang terjadi dengan mereka yang tidak mengumpulkan seragam mereka ?? mereka tidak diijinkan untuk mengetahui hasil ujian mereka πŸ˜€

Jadi, saat keesokan harinya (pengumuman kelulusan) mereka mengenakan pakaian yang bebas tapi sopan, kemudian dilanjutkan dengan aksi yang lebih positif, membagi bagikan makanan misalnya, seperti yang dilakukan siswa sma 1 Temon diatas mungkin.

Well, kembali lagi, ini hanyalah sebuah perspektif belaka, untuk kemungkinan terealisir atau tidaknya, itu tergantung dari bagaimana sekolah menciptakan solusi.

Sudah saatnya mereka(pelajar) menjadi dewasa dan berfikir layaknya orang dewasa (telah lulus SMA saya anggap telah memiliki kedewasaan berfikir lah yaa), sudah seharusnya mereka menentukan mana hal yang bermanfaat, dan mana yang tidak memberi nilai kebermanfaatan. Tentang perlu tidaknya konvoi saat kelulusan ?? silakan anda yang menentukan πŸ™‚

Advertisements

About robofics

Adalah seorang yang masih terus berupaya mencari makna dari kehidupan. Penikmat sastra, seorang plegmatis. Seorang pembelajar dari universitas kehidupan.
This entry was posted in catatan lepas and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Balas komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s