Anak Muda Indonesia Minim Ide Kreatif

Plagiarisme dalam kamus besar bahasa indonesia diartikan sebagai suatu bentuk penjiplakan yang melanggar hak cipta. sementara plagiat merupakan pengambilan karangan (pendapat dsb) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dsb) sendiri, misal menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri. Begitu merebaknya kasus plagiarisme di Indonesia seakan menjadi potret bagi Indonesia.

Contoh sederhana dalam dunia plagiarisme paling banyak akan kita temukan di Internet, coba anda navigasikan browser anda ke mesin pencari seperti google kemudian ketikkan keyword apapun dalam bahasa indonesia. Yang mengejutkan bahwa anda akan mendapati begitu banyak artikel-artikel di satu blog memiliki kesamaan yang hampir 100% dengan artikel di blog lain. Dan lebih parahnya lagi, blog-blog tersebut tidaklah mencantumkan sumber artikel tersebut.
Lalu apakah ini berarti anak muda Indonesia minim Ide kreatif ? well, untuk menjawab pertanyaan ini sebenarnya kita harus melihat penyebab dari plagiarisme itu sendiri. Menurut Studi empiris oleh Hulton dan Donald P. French (2006) mengenai faktor penyebab terjadinya plagiat yaitu

  • Adanya kemalasan pada diri sendiri
  • karena merasa stress
  • Perilaku tersebut bukan merupakan hal yang salah dan merugikan, dan
  • Memiliki keyakinan bahwa perilakunya tidak akan diketahui

Saya pribadi, adalah seorang yang menggandrungi dunia blogging sejak tahun 2007, dulu jaman masih bersekolah saya senang sekali melakukan posting artikel di blog saya (http://nexsoft.wordpress.com) namun dahulu saya belum mengerti apa itu plagiarisme, apa itu plagiat… dan saya akui, hampir sekitar 70% artikel yang ada disana merupakan hasil copy paste dari blog lain tanpa mencantumkan sumber aslinya.Terlihat jelas bahwa artikel saya disana dapat dengan mudah dikenali, yaitu artikel yang menggunakan bahasa tidak baku..bahasa alay yang kalau mengingat masa masa itu, kadang saya tertawa geli. Namun, semenjak tahun 2009an blog itu sudah mulai saya tinggalkan. Naasnya, saya lupa password untuk login di blog tersebut. Ingin hati saya untuk menghapus blog tersebut dari database wordpress, karena saya menyadari entah sudah berapa banyak artikel yang saya copy paste disana tanpa saya mencantumkan sumbernya. Maaf kepada mereka yang merasa artikelnya dulu sempat saya copy paste.
Menilik dari studi empiris yang dilakukan Hulton dan Donald P diatas, bila dikaitkan dengan apa yang saya lakukan di masa lalu, benar bahwa adanya kemalasan pada diri sendiri memegang peranan penting terjadinya plagiarisme, saya dulu juga berkeyakinan bahwa perilaku saya itu tidak akan diketahui oleh orang lain.
Terlalu tidak logis sebenarnya membandingkan apa yang saya lakukan dulu dan menggeneralisasikannya seakan itu juga dilakukan oleh anak muda Indonesia masa kini. Namun melihat kenyataan yang ada, sebenarnya saya juga prihatin karena begitu banyak bentuk plagiarisme yang beredar di kalangan remaja Indonesia. Bagaimana bisa kita menciptakan ide-ide kreatif ketika kita menjadi pribadi yang pemalas, yang kemudian hanya bisa copy paste saja. Yang ingin saya ungkapkan adalah, yuk sebagai generasi penerus bangsa, sudah selayaknya kita memberantas segala bentuk kemalasan, mulai menuangkan ide-ide kreatif itu dalam wujud karya yang nyata. Jangan mau diperbudak oleh kemalasan diri kita sendiri. Kita adalah penerus keberlangsungan bangsa ini, bagaimana bisa kita merubah bangsa ini menjadi yang lebih baik ketika kita sendiri diperbudak oleh kemalasan.

Referensi :
http://kbbi.web.id/plagiat
http://kbbi.web.id/plagirisme
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/Dr.%20Budi%20Astuti,%20M.Si./6identifikasi%20bentuk%20plagiat%20pada%20skripsi%20mahasiswa.pdf

Advertisements

About robofics

Adalah seorang yang masih terus berupaya mencari makna dari kehidupan. Penikmat sastra, seorang plegmatis. Seorang pembelajar dari universitas kehidupan.
This entry was posted in catatan lepas and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Anak Muda Indonesia Minim Ide Kreatif

  1. Bismillahirrahmanirrahim.

    Ini terjadi (menurut saya), karena memang Indonesia masih dalam masa transisi. Kalau jiwa tidak dibiasakan mengerjakan kebaikan, maka jiwa akan senantiasa mengerjakan keburukan. Di sinilah permasalahannya. Untuk mencapai kreativitas yang baik, harus ada pengajaran. Maka akang banyak-banyaknya memberi contoh dan proof of concept. Jangan berhenti berkarya sebaik-baiknya.

    Like

    • robofics says:

      terimakasih kang sudah berkenan mampir ke lapak saya.
      Well, benar bahwa pada kenyataannya Indonesia ini sedang berada dalam fase transisi menuju kebaikan.
      Hanya saja rakyat Indonesia itu semacam telah terlanjur malas. Segala sesuatunya ingin yang bersifat instan. Yang padahal sesungguhnya segala sesuatu itu berproses, bahkan untuk hal-hal instan sekalipun ada suatu proses yang berjalan di belakangnya yang justru begitu seringnya terabaikan, sehingga hanya hasil akhirnya yang terlihat disana.
      well,itulah sebabnya kang, berani berucap harus berani memberi contoh positif pula..
      alangkah baiknya seluruh elemen masyarakat itu bersinergi untuk mencapai akhir dari fase transisi itu..sehingga manusia Indonesia menjadi pribadi yang jauh lebih baik

      Like

  2. Pingback: Kalian harus ngeblog meskipun ga punya pembaca | A Note Of Loneliness

Balas komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s