Hello World!

Hallo dunia 🙂
Ya, kata itu adalah kata pertama yang saya ucapkan untuk menyapa heningnya pagi ini. Suatu bentuk kesyukuran kepada Tuhan atas anugerah pagi yang begitu indahnya. Tak henti-hentinya syukur itu terucap dari hati, relung hati seakan penuh dengan cahaya kesyukuran kepada Ilahi robbi atas nafas yang masih bisa ku hembuskan mengiringi datangnya mentari,
atas jantung yang tak hentinya memompa darah melalui pembuluh darah yang sebegitu elastisnya hingga saat ia berkontraksi seakan ia sedang mendendangkan irama irama indah yang terus berulang dari pagi hingga pagi kembali menjelang, atas kasih sayang orang yang sangat berarti bagi kehidupanku… orangtuaku 🙂 (maaf entah seberapa sering sikapku ciptakan guratan luka di hatimu).

Terima kasih dunia, terimakasih atas segala keindahan yang mampu terdefinisikan dengan segala keterbatasan kemampuan mata ini untuk memandang. Dan terimakasih untuk segala hal yang tiada mampu terjamah oleh kesyukuran yang mampu terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, teraba oleh tangan, dan terucap oleh bibir ini. Karena sungguh begitu banyak hal yang terkadang tiada mampu kita sadari..yang membuat kita lalai bahwa itu adalah bagian kehidupan yang harusnya kita syukuri.

Maaf, atas segala perilaku yang entah dengan unsur kesengajaan atau tidak, menjadikan alam begitu murkanya atas apa yang kita perbuat, namun itulah sejatinya manusia..sebegitu seringnya berbuat salah namun tiada pernah peduli bahwa tindakannya itu merusak struktur struktur keindahan yang tercipta.
Maaf, atas segala ucapan yang entah dengan unsur kesengajaan atau tidak, menjadikan orang lain tersayat hatinya luka karena sesuatu yang terucap dari bibir ini.
Maaf, atas segala tingkah laku yang entah dengan unsur kesengajaan atau tidak, membuat orang lain merasa terluka secara fisik maupun psikis sehingga menimbulkan rasa amarah, dengki, benci, dendam, rasa yang sejatinya hanya akan mengendap menjadi penyakit hati yang apabila ia dibiarkan terlalu lama, seakan menjadi bom waktu yang setiap saat dapat meledak dengan efek yang begitu massive nya.

Dan maaf untukmu, bidadari ku, semangat jiwaku yang entah bagaimana caranya engkau menyuntikkan ribuan sel sel semangat ke dalam otakku.
Maaf atas segala hal yang ku lakukan, sehingga membuatmu semakin terluka, membuat mu menangis sedih…maaf atas segalanya 🙂

Advertisements

About robofics

Adalah seorang yang masih terus berupaya mencari makna dari kehidupan. Penikmat sastra, seorang plegmatis. Seorang pembelajar dari universitas kehidupan.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Balas komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s