Sebuah kontemplasi tentang citra diri

Hari ini mendung menyelimuti Jogjakarta dengan begitu sempurnanya. Mendung yang kian menghitam ini seakan enggan berarak. Entah karena doa makhluk-makhluk yang mengharap hujan turun begitu lebatnya untuk melepas dahaga karena panas mentari yang membakar sukma, atau karena alam yang murka terhadap manusia yang hanya bisa mengeluh dengan apa yang ia terima tanpa mempertimbangkan bahwa sejatinya sikapnya selama ini hanyalah proses yang tanpa mereka sadari telah berjaya mengkerdilkan kualitas dirinya dimata Tuhan yang Maha atas segala yang dilangit dan di bumi ini. Sebagai insan biasa, ternyata “mendung” ini juga telah berkali-kali berjaya menyelimuti hati saya. Membawa saya pada ratapan-ratapan penyesalan,kesedihan, dan beragam bentuk manifestasi emosi yang kian lama kian membuncahkan pikiran saya. Pun akhirnya mendung ini berhasil membuyarkan segenap “susunan” prosedur-prosedur yang sejatinya secara teoritis dapat memanajemen stress yang mendera pikiran saya saat ini.Rainbow

Continue reading

Posted in renungan | Leave a comment

Kucing Bernyawa Sembilan

Motor tua saya kembali mengaum membelah kesunyian pagi di Mako PMI Kota Yogyakarta. Ya, karena sedari tadi malam saya bersama beberapa rekan terlalu terbuai ngobrol ngalor ngidul1 tidak jelas, mulai dari masalah organisasi sampai ke perkara personal sekalipun tak luput dari pembahasan kami sambil menikmati seruput demi seruput kopi, tanpa kami sadari ternyata waktu sudah merangkak mendekati subuh. Akhirnya kami pun menyerah pasrah pada kantuk yang merengkuh. Mata kami dipaksa untuk terpejam dalam dera kantuk yang maha dahsyat, kami pun terbuai dalam lelap. Dinginnya pagi pun seakan tak mampu menghempaskan rasa kantuk kami yang kian teramat. Jam menunjukkan pukul 6 pagi, suara alarm yang hanya beberapa decibel saja seakan bak petir di siang bolong, mengganggu saya yang seolah begitu malas beringsut dari posisi tidur yang “PW” ini. Nanar memandang sekeliling, masih ngumpulin nyawa kalau kata orang. “Nyawa” saya tersentak kembali ke tubuh dari kelana singkat di alam mimpi. Saya kembali ke dalam ruang kesadaran saya yang hakiki. Setelah berbenah beberapa saat saya langsung menuruni sedikit demi sedikit anak tangga ini dengan bergontai.

Continue reading

Posted in catatan lepas | Leave a comment

Sebuah Obituarium Diri

Sebuah obituarium diri ? obituarium tentang dirimu sendiri ? kamu udah mati? apa mau mati ? Edan..!! celetuk seorang sahabat ketika saya beritahu judul artikel ini.  Mungkin memang terdengar aneh, seolah saya sedang merancang dan mempersiapkan tarian kematian untuk diri saya sendiri. Sedang berupaya untuk mencumbu tuts-tuts keyboard ini untuk terakhir kalinya demi sebuah obituarium tentang diri.

Continue reading

Posted in catatan lepas | Tagged , , | Leave a comment

Bangkit Dari Mati suri

Mati suri, sebuah kondisi yang tampaknya mati, tetapi sebenarnya tidak. Mungkin mati suri merujuk pada matinya psikis. Mungkin secara jasadi ia tak benar-benar mati. Ia hanya “tidak bergerak”, sementara pikirannya mengembara entah kemana, atau sejatinya ia tidak benar-benar mengembara. Sama seperti tubuh fisiknya yang “tidak bergerak”, sang pikiran hanya “berdiam” saja…membeku, sebuah stagnasi pikiran. Kediaman fikiran inilah yang membuat “tubuh fisik” seakan tak bergerak, terlihat layaknya tubuh yang mati. Mati secara biologis, sebuah kondisi dimana ruh telah benar-benar tercabut dari raganya. Atau, sejatinya si pikiran ini tidak benar-benar diam? ia hanya aktif menunggu, menunggu saat yang tepat untuk kembali ke kesadaran penuh, kesadaran yang sejati.

Continue reading

Posted in catatan lepas | 2 Comments

Tak ada hati yang patah

Tak ada hati yang patah. Patah hati pasti bukanlah sesuatu yang tidak asing lagi di telinga kita. Mungkin bisa di artikan sebagai suatu kondisi kesedihan ketika mengalami putus cinta atau kondisi dimana tidak ada harapan lagi untuk cinta kita. Jika kita perhatikan, patah hati akan memiliki reaksi emosi yang serupa dengan seseorang yang sedang berduka cita.Beragam respon yang akan di tunjukkan oleh mereka yang patah hati, ada yang marah, ada yang sedih dan hanya bisa menangis sejadi-jadinya, ada yang denial atau melakukan penyangkalan keadaan yang saat ini terjadi. Beragam respon yang akan timbul ini tergantung dari coping stres masing-masing

Continue reading

Posted in kehidupan | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Jangan jadi manusia keset

Manusia keset ? mungkin saat ini anda mulai bertanya tanya tentang apa itu sebenarnya manusia keset. Apakah ini salah satu sequel film baru setelah kemunculan ant-man di kancah perfilman ? Ah sudahlah, bukan saatnya anda berpraduga. Karena sejatinya ini tak ada kaitannya sama sekali dengan film, atau ada ? well, mari kita dengar ulasan saya di bawah ini

Continue reading

Posted in catatan lepas | Leave a comment

Terimakasih Pengamen Berkursi Roda

Langit Jogja begitu kelam pagi ini, angkasa berselimut mendung yang begitu kelabu. Sebuah motor shogun menderu membelah belantara Jogja dengan sisa tenaga yang ia punyai. Silvi, itulah julukan bagi si shogun butut yang aku miliki. Jam menunjukkan pukul 7.30 pagi ketika aku berada di daerah Kotabaru. Ini adalah sebuah tanda bagi silvi untuk memacu roda-rodanya lebih kencang lagi.

Continue reading

Posted in renungan | Leave a comment