Sebuah Obituarium Diri

Sebuah obituarium diri ? obituarium tentang dirimu sendiri ? kamu udah mati? apa mau mati ? Edan..!! celetuk seorang sahabat ketika saya beritahu judul artikel ini.  Mungkin memang terdengar aneh, seolah saya sedang merancang dan mempersiapkan tarian kematian untuk diri saya sendiri. Sedang berupaya untuk mencumbu tuts-tuts keyboard ini untuk terakhir kalinya demi sebuah obituarium tentang diri.

Continue reading

Posted in catatan lepas | Tagged , , | Leave a comment

Bangkit Dari Mati suri

Mati suri, sebuah kondisi yang tampaknya mati, tetapi sebenarnya tidak. Mungkin mati suri merujuk pada matinya psikis. Mungkin secara jasadi ia tak benar-benar mati. Ia hanya “tidak bergerak”, sementara pikirannya mengembara entah kemana, atau sejatinya ia tidak benar-benar mengembara. Sama seperti tubuh fisiknya yang “tidak bergerak”, sang pikiran hanya “berdiam” saja…membeku, sebuah stagnasi pikiran. Kediaman fikiran inilah yang membuat “tubuh fisik” seakan tak bergerak, terlihat layaknya tubuh yang mati. Mati secara biologis, sebuah kondisi dimana ruh telah benar-benar tercabut dari raganya. Atau, sejatinya si pikiran ini tidak benar-benar diam? ia hanya aktif menunggu, menunggu saat yang tepat untuk kembali ke kesadaran penuh, kesadaran yang sejati.

Continue reading

Posted in catatan lepas | 2 Comments

Tak ada hati yang patah

Tak ada hati yang patah. Patah hati pasti bukanlah sesuatu yang tidak asing lagi di telinga kita. Mungkin bisa di artikan sebagai suatu kondisi kesedihan ketika mengalami putus cinta atau kondisi dimana tidak ada harapan lagi untuk cinta kita. Jika kita perhatikan, patah hati akan memiliki reaksi emosi yang serupa dengan seseorang yang sedang berduka cita.Beragam respon yang akan di tunjukkan oleh mereka yang patah hati, ada yang marah, ada yang sedih dan hanya bisa menangis sejadi-jadinya, ada yang denial atau melakukan penyangkalan keadaan yang saat ini terjadi. Beragam respon yang akan timbul ini tergantung dari coping stres masing-masing

Continue reading

Posted in kehidupan | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Jangan jadi manusia keset

Manusia keset ? mungkin saat ini anda mulai bertanya tanya tentang apa itu sebenarnya manusia keset. Apakah ini salah satu sequel film baru setelah kemunculan ant-man di kancah perfilman ? Ah sudahlah, bukan saatnya anda berpraduga. Karena sejatinya ini tak ada kaitannya sama sekali dengan film, atau ada ? well, mari kita dengar ulasan saya di bawah ini

Continue reading

Posted in catatan lepas | Leave a comment

Terimakasih Pengamen Berkursi Roda

Langit Jogja begitu kelam pagi ini, angkasa berselimut mendung yang begitu kelabu. Sebuah motor shogun menderu membelah belantara Jogja dengan sisa tenaga yang ia punyai. Silvi, itulah julukan bagi si shogun butut yang aku miliki. Jam menunjukkan pukul 7.30 pagi ketika aku berada di daerah Kotabaru. Ini adalah sebuah tanda bagi silvi untuk memacu roda-rodanya lebih kencang lagi.

Continue reading

Posted in renungan | Leave a comment

Kebahagiaan Yang Runtuh

Coba anda tuliskan 5 hal yang paling anda inginkan untuk terjadi dalam 5,10,15 atau 20 tahun ke depan. Sudah ? Luar biasa. Sekarang perhatikan kembali apa yang telah anda tuliskan tersebut. Apabila anda perhatikan dengan seksama, maka apapun yang anda tuliskan tersebut pada akhirnya akan bermuara pada satu hal. Bisa anda menyebutkan apa itu ? Benar. Kesemua hal yang anda tuliskan itu pada akhirnya akan bermuara pada satu hal…Kebahagiaan.
Continue reading

Posted in kehidupan | Leave a comment

Cemburu itu adalah

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia cemburu adalah merasa tidak atau kurang senang melihat orang lain beruntung. Suatu bentuk iri hati lebih tepatnya. Cemburu sangat erat pertaliannya dengan urusan hati. Dan karena sudah menyangkut urusan hati, maka ia pun menjadi sesuatu yang dinamis tak lagi statis, karena setiap hal yang di ketahui / di dapatkan si pencemburu adalah senjata pembenaran atas segala tindakan. Tidak hanya terjebak dalam satu alasan statis, setiap hal adalah dapat di sesuaikan untuk membenarkan tindakan mereka yang sedang terbelenggu oleh jerat kecemburuan. Segala sesuatu dapat di ubah menjadi mata pisau untuk menusukkan luka kemarahan.

Continue reading

Posted in renungan | Tagged , , | Leave a comment